
Bukittinggi, Scientia – Guna mengurangi aktivitas warga dan menekan penyebaran Covid-19 di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat ini, lampu jalan atau Penerangan Jalan Umum (JPU) di jalan sejumlah protokol, diantaranya Jalan Soedirman Kota Bukittinggi dipadamkan.
Diketahui PPKM Darurat diberlakukan di tiga daerah di Sumatera Barat, yakni Bukittinggi, Kota Padang dan Kota Padangpanjang, yang sesuai jadwal akan berakhir hari ini, Selasa 20 Juli.
Pantauan Scientia, Senin (19/7/2021) malam, selain di jalan protokol, di beberapa titik lain seperti jalan pendakian Jam Gadang, Jalan penurunan A yani dan jalan Perintis Kemerdekaan termasuk lampu penerangan sekitar taman wisata Jam Gadang juga turut dipadamkan.
“Langkah Pemerintah Kota Bukittinggi memadamkan lampu penerangan umum di jalan-jalan tertentu itu sudah tepat. Artinya mobilitas warga yang selama ini ramai, akhirnya berkurang dan hal tersebut merupakan salah satu upaya dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ujar seorang kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Bukittinggi, Devison, kepada Scientia di kota setempat.
Devison yang juga seorang pengusaha rumah makan di Bukittinggi, mengaku tidak memasalahkan, rumah makannya ditutup lebih cepat dari hari biasanya.
“Ya bagaimanapun kebijakan pemerintah agar menutup rumah makan lebih cepat dari biasanya harus kita lakukan. Ini kebaikan untuk kita bersama dan tidak lain bertujuaan agar mata rantai penyebaran Covid-19 di Bukittinggi semakin cepat berkurang,” katanya.
Terpisah, Ida, seorang pedagang makanan dan minuman di pusat kuliner malam stasiun Kereta Api kota itu, juga berharap situasi PPKM Darurat tidak seterusnya diberlakukan sebab membuat pengunjung ke Bukittinggi sepi.
“Sejak diberlakukan PPKM Darurat, omzet warung saya jauh berkurang dari biasanya. Pada hari biasa, omzet mencapai Rp300 ribu hingga Rp600 ribu per malam. Tapi, sekarang mencapai Rp200 ribu saja sulit,” ucap Ida seraya mengatakan dirinya bersama pedagang kuliner lain berjualan hingga pukul tiga pagi.
Wanita paruh baya itu menambahkan, seiring upaya pemerintah memberlakukan pembatasan-pembatasan masuk kota melalui PPKM Darurat, hendaknya penyebaran Covid-19 cepat terputus.
“Saya harap demikian, berbagai upaya pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran pandemi ini terasa sangat cukup. Semoga saja, setelah berbagai upaya ini, keadaan maupun kehidupan masyarakat di Bukittinggi bisa normal kembali,” harapnya. (aef)

Tinggalkan Balasan