Program 1000 Doktor NA-IC

Musfi Yendra

Ditulis oleh Musfi Yendra

“Saya ini anak orang miskin dari kampung. Waktu kecil, saya merasakan pahitnya kehidupan. Untuk makan saja susah. Pergi sekolah saya harus berjalan berkilo-kilo meter tanpa memakai alas kaki. Tapi saya selalu bersemangat untuk sekolah. Karena saya yakin, pendidikanlah yang akan merubah hidup saya. Dan saya membuktikannya, dengan pendidikan itulah saya bisa seperti saat ini,” kata Nasrul Abit, saat memberi sambutan dalam sebuah acara yang saya ikut menghadirinya. Saat itu beliau belum cuti sebagai Wakil Gubernur.

Sungguh saya terharu dengan kisah perjuangan hidup Nasrul Abit. Selama ini saya berasumsi, putra Air Haji, Pesisir Selatan, itu berasal dari keluarga berada. Ternyata bukan. Dengan modal semangat tinggi untuk bersekolah akhirnya ia mampu merubah nasibnya.

“Alhamdulilah karena sekolah saya bisa menjadi pegawai negeri, kemudian menjadi wakil bupati satu periode, menjadi bupati dua periode, sekarang menjadi wakil gubernur,” katanya menyemangati anak muda di forum itu.

Tony Blair, ketika menjadi Perdana Menteri Inggris pernah ditanya seseorang. Apakah program utama yang akan anda lakukan untuk kemajuan Inggris? Ia menjawab, pertama pendidikan, kedua pendidikan, ketiga pendidikan. Ia menyebut tiga kali kata pendidikan.

Pendidikan menjadi gagasan utama membangun daerah yang sedang disiapkan Nasrul Abit-Indra Catri sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat dalam kontestasi Pilkada tahun 2020 ini. Ia sadar bahwa pendidikan adalah investasi dasar untuk membangun peradaban.

Saya tanya ke Pak Nasrul Abit, apa bentuk konkret yang akan dilakukan dibidang pendidikan jika Bapak nanti terpilih sebagai Gubernur?

Ia menjawab menciptakan 1000 Doktor untuk Sumatera Barat. Menurut saya ini gagasan hebat. Program kerja besar untuk masyarakat terutama sumberdaya manusia di kampung halaman.

Program 1000 doktor ini akan direalisasikan per tahun untuk 200 orang, sehingga dalam 5 tahun mencapai 1000 orang.

Siapa saja yang akan menerima beasiswa program ini? Yaitu guru dari SD-SMA, tenaga pemberdayaan, dai, ninik mamak, atlet, dosen, dan unsur masyarakat lainnya yang memenuhi persyaratan. (*)


Posted

in

by

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *