PTKIN Serumpun Melayu KKN di Padang Pariaman

PTKIN Serumpun Melayu KKN di Padang Pariaman

PTKIN Serumpun Melayu KKN di Padang Pariaman
Penyematan tanda peserta KKN oleh bupati, Selasa (27/7).

Padang Pariaman, Scientia – Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur menerima mahasiswa KKN dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Serumpun Melayu. PTKIN Serumpun Melayu terdiri dari 12 PTKIN se-Sumatra.

Bupati berpesan kepada peserta KKN agar melaksanakan KKN ini secara serius dan mengintegrasi serta mengimplementasi ilmu yang diterima di kampus untuk masyarakat.

“Tetap menerapkan Prokes sehingga tidak menjadi klaster baru Covid-19 di Kabupaten Padang Pariaman. Ajaklah masyarakat agar terus menerapkan Prokes secara ketat juga bersedia untuk divaksin sehingga dapat mencegah dan menghambat perkembangan Covid-19 di Kabupaten Padang Pariaman,” pesan bupati kepada peserta KKN, di Hall Kantor Bupati Padang Pariaman, Selasa (27/7).

Ketua pelaksana KKN, Zulfis dalam laporannya mengatakan kegiatan ini telah dilakukan sejak tahun 2019 yang dilaksanakan di Jambi dengan melibatkan 3 perguruan tinggi di Malaysia. Tujuan KKN Serumpun Melayu untuk memperkuat silaturahmi dan memperkokoh semangat untuk membantu pemerintah daerah. Program yang dilaksanakan yaitu upaya pencegahan dan penanggulangan dampak pandemi Covid-19 dan bidang sosial keagamaan.

“KKN dilaksanakan pada 26 Juli hingga 30 Agustus. Peserta sebanyak 167 mahasiswa dari 12 PTKIN se Sumatra. Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) sebanyak 5 orang dari UIN Imam Bonjol dan 12 orang dari universitas lain,” terang Zuflis.

Ia menambahkan, peserta sudah divaksin dan tes rapid yang dilaksanakan di Kecamatan Enam Lingkung dan Ulakan Tapakis.

Wakil Rektor III UIN Imam Bonjol Padang, dalam sambutannya mengatakan KKN ini gagasan untuk membangun sinergi antar serumpun melayu seperti Singapura dan Malaysia dengan tujuan untuk membentuk beberapa karakteristik persoalan keagamaan dan ras melayu.

“Mari laksanakan KKN ini dengan ikhlas dan semangat jihad dengan mengerahkan seluruh semnagat, ilmu dan sikap yang telah diajarkan di kampus, termasuk Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ungkapnya.(*)


Posted

in

by

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *