Serupa Karang
serupa karang,
mengepal pilu di dadanya;
membatas gelombang pasang dan badai samudera
di laut; rumahnya sendiri
tempat ia berdiri diterjang beragam silih berganti
serupa demokrasi berubah anarki
karang-karang tetap menjadi pagar bagi generasi
serupa karang
musim lalu, musim ini dan yang akan datang
generasi diterjang perubahan
pertarungan zaman serupa samudera luas di alam bebas
serupa karang,
generasi menjadi pagar
tak gentar
tidak juga pudar
demi negerinya agar terus berkibar
Padang | 2020
Merah Delima
Engkau laksana samudera lepas
Rimbun berair jernih
Kilauanmu bak permata
Indah mahal harganya
Kuncupmu mulai layu
Merahmu mulai pucat
Bibirmu melebar lepas
Kupasung rindu padamu
Silapiang | 2020
Tusukan Qalbu
Setiap raga yang mendesir
Untuk segala jiwa tertancap erat
Terpendam bak karang
Asin bagaikan lautan lepas
Bergelombang dalam sanubari
Untuk sebuah rasa
Kubakar dalam panasnya api
Kutanam dalam puisi
Kelak abadi, esok, hingga nanti
Angan-anganku tak sampai
Berkecamuk dalam tirai
Tusukan-Mu menusuk qalbu
Air mataku jatuh berderai
Menyentuh dinginnya pagi
Bercengkrama dengan embun
Tusukan-Mu menusuk qalbu
Kubersimpuh pada-Mu
Padang | 2020
Biodata Penulis
Apriwanto lahir di Padang Kayu Dadih, Padang XI Punggasan tanggal 27 April 1996. Menamatkan S-1 pada Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab UIN Imam Bonjol tahun 2018 dan sedang melanjutkan S2 pada Program Studi S2 Sastra, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas. Antologi puisinya yang berjudul Senandung Mujahid diterbitkan oleh Tunas Bangsa Lhokseumawe, Aceh

Tinggalkan Balasan