Kisaran, Scientia – Para Kepala Desa mengeluhkan tingginya iuran keanggotaan Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI) di Kabupaten Asahan.
Bahkan para kepala desa yang notabenenya merupakan anggota APDESI mengaku resah dengan adanya iuran yang diberlakukan Ketua APDESI Manten Aperi Simbolon yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Buntu Pane Kecamatan Buntu Pane Asahan, Provinsi Sumatera Utara.
“Gimana kami gak resah, setiap akhir tahun wajib setor Rp4 juta, darimana kami menutupinya. Kan gak mungkin dari gaji kami. Ya, Ujung-ujungnya olah sana olah sini,” ucap salah satu Kepala Desa yang enggan identitasnya diketahui.
Dia juga membeberkan adapun iuran tersebut dilakukan beralasan untuk pengamanan jika terjadi sesuatu hal terhadap dana desa yang dikelolanya.
“Kalau gak setor uang iuran, kita akan dikeluarkan dari APDESI. Jika keluar dari keorganisasian kita gak aman, karena kita pengelola dana desa. Ironinya lagi dana tersebut disetorkan untuk pengamanan APH. Tapi APH yang mana kita gak tahu,” sebut sang Kades.
“Jujur saja secara hati nurani kami tidak terima dan menolaknya, selain tidak bisa berbuat apa-apa , uang Rp.4 juta kami bingung meng-SPj-kannya,” ungkapnya.
Menanggapi hal itu, Ketua APDESI Kabupaten Asahan Manten Aperi Simbolon saat dikonfirmasi wartawan membantah keras informasi tersebut.
“Saya membantah itu karna tidak ada iuran yang kita lakukan terhadap para Kepala Desa. Jika pun ada suatu hal yang wajar untuk suatu organisasi,” sebut Manten kepada wartawan, Senin (15/11/2021).
Selanjutnya dia menjelaskan jumlah keanggotaan APDESI di Kabupaten Asahan, dengan tegas disebutkan sebanyak 70 orang.”Ya, anggota APDESI ada 70 orang, dan itu semuanya para Kepala Desa,” tutupnya. (Hans)

Tinggalkan Balasan