Rico Alviano saat mengunjungi lokasi pembangunan embung di Desa Kolok, Kecamatan Barangin Kota Sawahlunto. [foto : Scientia/frl]

Rico Alviano : Pembangunan Embung Kolok Masuk Tahap Pelaksanaan

Rico Alviano saat mengunjungi lokasi pembangunan embung di Desa Kolok, Kecamatan Barangin Kota Sawahlunto. [foto : Scientia/frl]
Rico Alviano saat mengunjungi lokasi pembangunan embung di Desa Kolok, Kecamatan Barangin Kota Sawahlunto. [foto : Scientia/frl]
Sawahlunto,  Scientia – Anggota DPRD Sumbar, Rico Alviano menyebutkan, progres pembangunan embung di daerah Bomben Desa Kolok Nan Tuo, Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto telah sampai pada tahap pelaksanaan. Dimana pembangunan embung dengan luas genangan air 2 hektar itu dibutuhkan dana secara keseluruhan 25 Milyar rupiah.

Pada awal kegiatan, mulai SID (Survey Investigasi Design) serta tahap awal, menelan biaya 1,5 Milyar. Semua itu untuk persiapan infrastruktur dan tahap pembuatan UPL – UKL di dinas LH Kota Sawahlunto. Sementara dalam waktu dekat ini akan selesai UPL-UKL nya, dan dilanjutkan  pengerjaan persiapan struktur.

“Pembangunan ini seharusnya dilakukan sejak 2020, namun tertunda karena pandemi Covid-19. Sekarang, akan dilanjutkan kembali,” ujar Rico Alviano kepada Scientia.id. Kamis (1/4).

Pada akhir 2020, kata Rico, Dirinya terus berkomunikasi dengan pihak-pihak yang bersangkutan sampai ke Pemko Sawahlunto terkait pelaksanaannya. Hasilnya, tahun 2021 kembali dilanjutkan.

“Kita akan terus berupaya memaksimalkan pembangunan di Kota Sawahlunto, terutama Dapil VI. Ini juga membutuhkan sinergi dan integrasi demi percepatan pembangunan di wilayah ini,” katanya.

Sekretaris DPW Partai PKB Sumbar ini juga meminta pihak Dinas PSDA dapat memaksimalkan pembangunan tersebut, dan saling berkoordinasi dengan pemerintah provinsi maupun kota.

“Saya akan terus mengawal kegiatan sampai tuntas, tentu hal ini tidak dapat saya selesai kan tanpa adanya campur tangan pemerintah kota,” tegasnya.

Rico berharap, pembangunan ini dapat memberi manfaat untuk meningkatkan potensi sektor pariwisata ,pertanian dan perikanan. Kemudian, persedian air bersih yang dapat digunakan oleh masyarakat. Lebih penting lagi, lokasi embung ini nantinya bisa menjadi objek wisata. (Frl)


Posted

in

by

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *