![Gubernur Sumbar Irwan Prayitno memaparkan urgensi vaksinasi Covid-19 saat pencanangan vaksinasi covid di Padang, Kamis (14/1). [Foto: Diskominfo Sumatera Barat]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2021/01/WhatsApp-Image-2021-01-14-at-13.37.13-e1610614372825.jpeg)
“Perlu intervensi lain untuk memutus mata rantai Covid-19, salah satu cara yang efektif dengan imunisasi,” kata Gubernur.
Gerakan 3M; memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan serta upaya tracking, tracing dan treatmen dari pemerintah nyatanya masih menyisakan angka paparan virus yang terus bertambah. Untuk itu, kata gubernur, perlu dilakukan alternatif lain untuk memutus mata rantai Covid-19.
“Vaksin ini adalah upaya pemerintah untuk menghentikan pandemi. Pandemi ini yang kita hentikan, yakni dengan cara vaksinasi,” ujar Irwan menambahkan.
Selain itu Gubernur menegaskan bahwa Vaksin Sinovac Covid-19 aman untuk digunakan karena telah mengantongi izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Gubernur Gagal Mendapatkan Vaksin Pertama
Gubernur Irwan Prayitno dan 9 orang pejabat daerah lingkup Provinsi Sumatera Barat merupakan nama-nama yang direncanakan mendapatkan suntikan pertama Sinovac di Sumatera Barat. Namun Gubernur dan 2 pejabat lainnya batal divaksinasi karena tidak memenuhi persyaratan.
Hanya 7 orang yang bisa diberikan vaksinasi. Pejabat tersebut adalah Danrem 032 Wirabraja, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumbar, Dandenkesyah Sumbar, Jubir Satgas Covid-19 Sumbar, Kepala Lab. Diagnostik UNAND, Dirut Dr. M. Djamil Padang, Ka. BPOM dan Kabid Dokkes Polda Sumbar. Untuk Gubernur sendiri dilakukan penundaan, karena hasil pemeriksaan kesehatan tidak memenuhi syarat untuk dilakukan vaksinasi.
Hal penting yang perlu diperhatikan sebelum penyuntikan vaksin, pasien harus dalam keadaan sehat, tidak dalam keadaan sakit, tidak ada riwayat hipertensi atau penyakit komorbit lainnya. Dan setelah penyuntikan vaksin, pasien akan dipantau selama 30 menit untuk memastikan keadaan pasien dalam keadaan baik setelah divaksinasi.
Turut hadir Sekda Prov. Sumbar, Kajati Sumbar, Wakapolda Sumbar, Danrem 032 Wirabraja, Kepala BIN, Ketua Ikatan Dokter Indonesia Prov. Sumbar,Pimpinan RSUP M. Djamil, Kepala Lab. Unand, Kepala BPOM, Rektor Unand, Rektor UNP, Kepala OPD serta awak media. (Rls, RYH/MMC DiskominfoSB)
Tinggalkan Balasan