
Padang, Scientia — Mentri KKP, Sakti Wahyu Trenggono menilai, untuk merevitalisasi Danau Maninjau, seharusnya seluruh Keramba Jaring Apung (KJA ) dibersihkan dan dipindahkan dengan skema perikanan darat.
“Dengan demikian, prosesnya akan lebih cepat,” tegas Sakti Wahyu Trenggono dalam rapat virtual yang diikuti sejumlah Kementrian, Gubernur Sumbar dan Bupati Agam, Rabu (16/6/2021).
Dalam rapat yang sama, Deputi Bidang Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Hari Santosa Sungkari menambahkan, pihaknya mendukung dengan pembentukan Desa Wisata di sekitaran Danau Maninjau.
Ada sembilan desa yang telah diusulkan oleh Pemkab Agam dan segera diverifikasi. Nantinya Kemenparekraf akan memberikan pendapingan dalam perencanaan, peningkatan SDM hingga bisa menarik wisatawan untuk datang.
Sementara itu Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi mengatakan, pihaknya sudah merencanakan sejumlah alternatif yang bisa diambil oleh masyarakat pekerja KJA setelah meninggalkan usaha lamanya.
Diantaranya bidang perikanan yaitu pengalihan keramba ke perikanan tangkap dan kolam darat, bidang ekonomi kreatif dan pariwisata, bidang pertanian, UKM dan peternakan.
Namun untuk kebutuhan anggaran yang mencapai Rp42 miliar guna merealisasikan rencana itu, ia berharap akan ada bantuan dari pemerintah pusat karena kondisi keuangan daerah masih terdampak pandemi COVID-19.
“Kami berharap ada bantuan dari pusat untuk bisa segera merealisasikan rencana ini,” ujarnya.
Ia merinci masyarakat sekitara danau yang benar-benar menjadi pekerja dan akan dialihkan mata pencariannya ke bidang lain berjumlah 587 orang dengan jumlah bantuan sekitar Rp30 juta per orang.
Bupati Agam Andri Warman menyatakan pihaknya siap mendukung seluruh upaya yang dilakukan pemerintah pusat dan provinsi untuk merevitalisasi Danau Maninjau. (rel/bos)

Tinggalkan Balasan