Bupati Dharmasraya, Sutan Riska saat membuka kegiatan streetfood atau jajanan jalan di komplek perkantoran Dinas PMPTSP dan Kominfo setempat. [foto : ist]

Streetfood Jadi Ikon Pengenalan Jajanan Khas di Dharmasraya

Bupati Dharmasraya, Sutan Riska saat membuka kegiatan streetfood atau jajanan jalan di komplek perkantoran Dinas PMPTSP dan Kominfo setempat. [foto : ist]
Bupati Dharmasraya, Sutan Riska saat membuka kegiatan streetfood atau jajanan jalan di komplek perkantoran Dinas PMPTSP dan Kominfo setempat. Sabtu (5/3) [foto : ist]
Scientia, Dharmasraya – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menggelar kegiatan streetfood atau jajanan jalan di komplek perkantoran Dinas PMPTSP dan Kominfo setempat. Tujuannya untuk pengenalan jajanan khas, sekaligus wadah penyaluran kreatifitas, serta tempat nongkrong bagi anak – anak muda.

Di sana, disajikan berbagai macam jajanan khas yang diproduksi langsung oleh pelaku UMKM lokal, seperti keripik tempe, Lapek Bugih, onde – onde, risol, dan jajanan lainnya. Selain itu, juga disajikan jajanan kekinian seperti bakso bakar, bakso tusuk, minuman boba dan lainnya.

“Jadi tidak perlu lagi jauh – jauh mencari tempat kuliner di luar kabupaten kita, sebab di sini menonjolkan makanan khas Dharmasraya. Yang paling penting, jajanan yang tersaji, hygienis dan memenuhi standar kesehatan,” ujar Bupati Sutan Riska saat membuka kegiatan tersebut. Sabtu (5/3).

Menurutnya, kegiatan ini akan mampu menggeliatkan kembali ekonomi masyarakat yang sempat terpuruk di masa pandemi, terutama bagi pedagang dan pelaku UMKM dibidang kuliner. Sebab, dengan adanya aktifitas jual beli, secara tidak langsung telah terciptanya perputaran uang.

“Mudah – mudahan kegiatan ini mampu meningkatkan kembali perekonomian masyarakat,” katanya.

Tidak hanya itu, pemerintah juga juga memfasilitasi kelompok atau komunitas kreatif dalam menyalurkan inovasi dan kreatifitasnya melalui pameran. Seperti komunitas sepeda antik, komunitas pecinta bonsai, dan juga kegiatan mabar (main bareng) mobile legend.

“Tentunya generasi muda kita dapat mengisi waktunya dengan kegiatan yang positif, tidak huru – hara dan tidak melakukan kegiatan yang negatif,” kata Sutan Riska.(Klq)


Posted

in

by

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *