Tag: #Alfitri
-

Takicuah Di Nan Tarang
Oleh: ALFITRI (Dosen FISIP Universitas Andalas) Selepas rapat di kampus beberapa hari yang lalu, saya meluncur ke Pasar Raya, Padang. Di pasar itu saya berhenti di ruas jalan yang banyak deretan toko asesoris dan sparepart mobil. Saya bermaksud untuk membeli wiper kaca mobil. Menjelang masuk ke toko yang dituju, saya tertegun mendengar ucapan…
-

Menghentikan Gelombang Sampah Plastik
Oleh: ALFITRI (Dosen Departemen Sosiologi FISIP Universitas Andalas) Masalah sampah, khususnya sampah plastik, telah menjadi perhatian dan keprihatinan global. Tak luput di antaranya Indonesia. Bahkan saat ini Indonesia masih dikenal sebagai penghasil sampah plastik di laut terbesar kedua di dunia. Penelitian Jambeck (2015) dari Universitas Georgia AS menyebutkan lima negara pemasok sampah plastik terbesar ke lautan, yakni…
-

Prof. Azyumardi, Amerika, dan Unand
Oleh: ALFITRI (Dosen Departemen Sosiologi FISIP Universitas Andalas) Hari Minggu Siang (18/09/22) kemarin kita dikejutkan oleh berita duka dari Kuala Lumpur. Prof. Azyumardi Azra, satu-satunya cendekiawan Indonesia yang mendapat gelar Sir dari Kerajaan Inggris, meninggal dunia dalam usia 67 tahun. Sedianya beliau akan berbicara dalam seminar internasional bertajuk “Kosmopolitan Islam: Mengilham Kebangkitan, Meneroka Masa Depan”.…
-

Pelajaran dari Jeddah
Oleh: ALFITRI (Dosen Departemen Sosiologi FISIP Universitas Andalas) Tahun 2014 saya beserta isteri berangkat menunaikan ibadah haji bersama KBIH Nurzikrillah milik Haji Nurli Zakir. KBIH ini dipilih karena sewaktu menunaikan umrah bersamanya tahun 2009 saya merasa puas. Dengan pengalamannya yang tinggi, penanganan dan pelayanannya di perjalanan sangat bagus. Pada musim haji tahun 2014 itu, kami…
-

Antisipasi Macet Rirayo
Oleh: Alfitri (Dosen FISIP Universitas Andalas) Hampir setiap rirayo (Lebaran), sebelum pandemi, saya dan keluarga selalu mudik atau pulkam ke Parabek, di tepi Kota Bukittinggi. Menurut Umar Kayam (2000) mudik atau pulkam adalah tradisi Indonesia asli yang selaras dengan ajaran Islam untuk merawat silaturahim. Sejak dulu, sejak medsos dan berita-berita viral belum ada, dari…
-

Kalau Tidak Ditambah, Jangan Dikurangi
Oleh: Alfitri (Dosen Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Andalas) Jumat siang (11/3/22) lalu, Dewan Profesor Universitas Andalas mengadakan acara melepas purna tugas Prof. Syukri Lukman. Sebagaimana diketahui, beliau adalah alumni yang kemudian menjadi dosen/Guru Besar di Fakultas Ekonomi Universitas Andalas. Setelah tamat Sarjana Ekonomi pada tahun 1977, beliau lalu melanjutkan studi S2 di Universitas Gadjah…
-

Inang-Inang
Oleh: ALFITRI (Dosen Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Andalas) Setelah absen selama dua tahun, Jurusan Sosiologi FISIP Unand kembali mengadakan roadshow ke luar Sumbar. Sebelum pandemi, ini adalah agenda rutin tahunan. Di awal Februari 2022 lalu, roadshow kembali dilakukan dengan mengunjungi dua SMA Negeri dan FISIP USU di Medan. Di kedua SMA Negeri tersebut, dipromosikan…
-

Optimis di Awal Tahun
ALFITRI (Dosen Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Andalas) Sebelum mengikuti suatu zoom meeting Hari Senin (03/01/2022) yang lalu, saya menyempatkan diri jalan pagi di pasir Pantai Puruih, Padang. Ini bagian dari resolusi tahun baru saya, yakni untuk lebih sering olahraga pagi sambil berjemur dan menghirup udara laut. Mens sana in corpore sano. Dalam tubuh yang sehat…
-

Pelajaran dari IKEA
Tengoklah kalau orang Indonesia lagi di Singapura, misalnya. Perilaku mereka akan segera berbeda ketika masih berada di Indonesia dengan di Singapura. Ambillah contoh, ketika masih di pelabuhan ferry di Batam dengan ketika sudah berada di pelabuhan ferry di Singapura. Mereka yang biasanya cuek dengan ketertiban dan disiplin di tempat umum, mendadak akan menyesuaikan diri menjadi orang…
-

Bersih-Bersih
Oleh: Alfitri (Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andalas) Ternyata bersih-bersih bukan hal yang mudah. Kebersihan atau membersihkan lingkungan menjadi agenda global. Agenda itu pun termuat dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Saat ini, banyak negara kewalahan menghadapi masalah sampah. Bank Dunia memprediksikan pada tahun 2050 akan ada 3,4 miliar ton sampah perkotaan di dunia.…