Tag: #Amalia Aris Saraswati

  • Cerpen “Pulang ke Rahim Ibu” Karya Amalia Aris Saraswati dan Ulasannya oleh Azwar, M.Si.

    Cerpen “Pulang ke Rahim Ibu” Karya Amalia Aris Saraswati dan Ulasannya oleh Azwar, M.Si.

    Pulang ke Rahim Ibu Oleh : Amalia Aris Saraswati Maghrib hampir jatuh, tapi aku masih termangu di bangku peron. Aku baru tiba dari perjalanan Cikarang-Kramat. Bukannya melanjutkan perjalanan ke kontrakan, aku justru memilih duduk di bangku stasiun agak lama. Orang-orang memperhatikanku, seakan aku perempuan muda yang tampak seperti orang linglung, lupa jalan ke rumah daripada…

  • Puisi-puisi Amalia Aris Saraswati

    Puisi-puisi Amalia Aris Saraswati

    Robinhood Suci Maksimal Pagi-pagi buta bau kretek dan embun Gerombolan laki-laki muda baru merebahkan diri ke lantai keramik setelah semalaman bergunjing tentang Marx dan Lenin Nietzche dan Pablo Escobar Tak lain, mereka bercita-cita hendak jadi Robinhood Gemar pesta dengan penguasa sekaligus merampok hartanya Setelah itu, bersuci seratus kali agar tampak suci maksimal Purwokerto, 26 Maret…

  • Puisi-puisi Amalia Aris Saraswati

    Puisi-puisi Amalia Aris Saraswati

    Pergi ke Tuhan Orang-orang meyuruhku pergi ke Tuhan di mata mereka, aku adalah si kafir itu yang harus merangkak menuju kepada-Nya dan berjanji akan beriman sepanjang hayat Mereka meneriakiku, “Bertaubatlah, kafir!” Namun, adakalanya mereka merendahkan suaranya padaku, “Kau telah berjalan terlalu jauh dari-Nya, kembalilah sebelum terlambat,” “Itulah sebabnya Tuhan menciptakan kalian untukku,” jawabku. Orang-orang menyuruhku…

  • Puisi-puisi Amalia Aris Saraswati

    Puisi-puisi Amalia Aris Saraswati

    Palsu gerimis membasahi kota malam itu membasuh hatiku yang hampir patah aku berlari pada kekasih ia tak berada di tempat hanya rumah yang dingin dan kesepian dalam setiap langkah, bersamaan hujan deras di mataku “Ya Tuhan, ampuni aku,” “Ya Tuhan, ampun,” “Ya Tuhan,” “Ya Tuhan,” “Ampuni aku yang telah kafir, memuji nama indah-Mu tapi kekasih…

  • Puisi-puisi Amalia Aris Saraswati

    Puisi-puisi Amalia Aris Saraswati

    Resah Sahabat termangu di bawah lampu jalan jalanan Bunga-bunga bintaro gugur kesepian Sahabat yang gamang hatinya berkecamuk ia tengah bertengkar dengan diri sendiri Ia resah bukan buatan Kenyataan yang terbentang jalan yang terpampang bertubrukan dengan nuraninya Ia bisa membohongi semua orang tapi tidak dengan diri sendiri Ia akan hidup selamanya dengan diri itu, nurani itu…

  • Puisi-puisi Amalia Aris Saraswati

    Puisi-puisi Amalia Aris Saraswati

    Juang Perjuanganmu jangan berhenti jangan mati Diskusi, diktat, karya ilmiah hingga obrolan warung kopi berisi kaum papa dan petani Air mata yang jatuh ke ladang-ladang dan berhilir ke matamu Orang-orang terusir dari tanahnya, dari lautnya Termarjinalisasi di negeri sendiri Berjalan di gelap tanpa pendidikan Berperang dengan lapar mereka sendiri Kaum papa menanti-nanti Kau jangan berhenti…

  • Puisi-puisi Amalia Aris Saraswati

    Puisi-puisi Amalia Aris Saraswati

    Pulang Padamu Padamu Alif, aku pamit Saat selat menjadi sempit Hanya biru sejauh pandang Tak putus-putus Aku tercepuk-cepuk di atasnya Hujan harusnya datang Oktober nanti Tapi mataku sudah basah begini Alif, lain waktu ‘kan kutulis surat buatmu Tentang awan sisik Januari Mengapung di atasku yang pedih tak terperi Juga tentang bunga-bunga bakung ungu Mereka buang…

  • Karma

    Karma

    Cerpen: Amalia Aris Saraswati Kota diguyur hujan lebat. Cahaya matahari melesat-lesat melalui celah di antara derai hujan. Bulir-bulir hujan tampak berkilauan sebab cahaya itu. Aku menepi untuk berteduh di teras deretan ruko dekat kampus. Tampias hujan menerpa tubuh. Tidak ada pikiranku kecuali ujian tengah semester yang sedang kutempuh. Pikiranku dibuyarkan oleh kedatangan perempuan manis yang…

  • Malam Menggenang di Kota

    Malam Menggenang di Kota

    Cerpen: Amalia Aris Saraswati Hari cepat sekali berlalu. Kemarin rasanya masih Minggu, tiba-tiba sudah Kamis saja. Kemarin rasanya baru lepas SMA dan masuk kuliah, tiba-tiba harus sudah bergelut dengan skripsi. Oh, makhluk bernama skripsi itu, ya? Kabarnya sedang hibernasi panjang. Ia terkulai kesepian di antara tumpukan buku-buku yang memang hanya dibeli atau dipinjam untuk ditumpuk,…