Tag: Amel Aris Saraswati

  • Lampu-Lampu Tepi Sungai

    Cerpen: Amalia Aris Saraswati  Agaknya kami punya tempat lain yang damai untuk saling mencinta. Indra selalu suka tempat terbuka yang membebaskan angin menerpa tubuhnya serta air yang saling berhantaman dengan sesamanya setelah digoda angin laut menuju muara. Di bantaran sungai itulah, kiranya aku dapat berlama-lama menjelajahi bola matanya yang dalam. Tak pernah alpa, ia dengan…

  • Aroma Hujan dan Ayahku

    Cerpen: Amalia Aris Saraswati Kalender masih Agustus, namun dua pekan terakhir hujan tak dapat lagi dibujuk. Mestinya petani kakao masih menghamparkan biji-biji kakaonya di halaman, pun petani gambir. Hari masih pukul empat belas. Namun, hamparan biji kakao dan gambir sudah lenyap dari halaman lantaran gerimis mulai menciumi permukaan bumi. Jarak rumah dari mataku masih sekitar…