Tag: Azwar Sutan Malaka

  • Cerpen “Pawai Obor” Karya Khairanna Nabila Fitra dan Ulasannya oleh Azwar

    Cerpen “Pawai Obor” Karya Khairanna Nabila Fitra dan Ulasannya oleh Azwar

    Pawai Obor Karya: Khairanna Nabila Fitra   “Apa-apaan ini?” Teriakan laki-laki tua itu mengelegar ke seluruh ruangannya yang berukuran 4 x 5 meter itu. Dengan kekesalan yang memuncak, ia lemparkan draft skripsi itu di hadapan Andika, pemuda asal Minang yang ingin menyelesaikan kuliahnya di tahun ini. Laki-laki tua yang berada di hadapan Andika adalah Pak…

  • Cerpen “Kita Akan Kemana, Ayah?” Karya Afrizal Jasmann dan Ulasannya Oleh Azwar

    Cerpen “Kita Akan Kemana, Ayah?” Karya Afrizal Jasmann dan Ulasannya Oleh Azwar

    Kita Akan Kemana Ayah? Oleh Afrizal Jasmann   “Silahkan duduk dulu, Pak. Biar saya panggilkan wali kelasnya Intan.” Ucap perempuan muda yang sepertinya guru magang tersebut. “Ya, terima kasih,” jawab Safri sembari duduk di kursi besi panjang yang ada di lorong  itu. Kendatipun demikian pandangannya tidak pernah lepas dari suasana halaman sekolah yang dipenuhi  keriuhan…

  • Cerpen “Buah Cinta Si Qomar” Karya Hayat Mardhotillah dan Ulasannya oleh Azwar

    Cerpen “Buah Cinta Si Qomar” Karya Hayat Mardhotillah dan Ulasannya oleh Azwar

    Buah Cinta Si Qomar Oleh : Hayat Mardhotillah   “Qomar….Qomar mari sini, main sama Nadya,” panggil Nadya kepada kucing kesayangannya. “Meong….meong,” Qomar mendatangi Nadya sambil menggosokkan kepalanya ke kaki Nadya.  Nadya langsung menggendong dan mengelus-elus kepala si Qomar. Si Qomar adalah kucing kesayangan Nadya, walaupun ada 5 ekor kucing di rumahnya. Si Qomarlah yang menjadi…

  • Cerpen “Ipen” Karya Linda Tanjung dan Ulasannya oleh Azwar

    Cerpen “Ipen” Karya Linda Tanjung dan Ulasannya oleh Azwar

    Oleh Linda Tanjung     Tangannya lurus ke depan sampai sebatas bahu, sejajar dengan kaki kirinya. Kakinya pun mengikuti gerak tangannya. Satu persatu langkah kakinya berjalan seiringan namun tangan dan kaki tidak berlawanan seperti jalannya kaki orang normal. Tangan kanan sejalan dengan kaki kanan, tangan kiri sejalan dengan kaki kiri, dan tanganpun ayunannya sejajar bahu.…

  • Cerpen “Harimau Buntung” Karya Johan Arda dan Ulasannya oleh Azwar

    Cerpen “Harimau Buntung” Karya Johan Arda dan Ulasannya oleh Azwar

    Harimau Buntung Cerpen: Johan Arda   Jam Gadang membusung di hadapanku. Setiap hari. Jika malam, banyak gerobak kacang rebus berasap berkeliaran hingga subuh. Namun, siangnya penjual karupuak leak tidak kalah lebih banyak memadati pelataran Jam Gadang. Pelancong-pelancong yang bisa kuketahui asalnya melalui logat bicara dan pakaiannya memang cenderung menuju Jam Gadang lebih dahulu seturunnya dari…

  • Cerpen “Mak Irah” Karya Oli Novedi Santi dan Ulasannya oleh Azwar

    Cerpen “Mak Irah” Karya Oli Novedi Santi dan Ulasannya oleh Azwar

    Mak Irah Karya: Oli Novedi Santi   “Dua hari lagi Mak, harus mengosongkan tempat ini!” tegas suara Bu Sanjaya. Kaget terlihat di wajah Mak Irah. Keriput di keningnya semakin jelas terlihat. Dia menarik nafas dalam. Menenangkan hatinya. “Maaf Bu, saya baru sehari terlambat bayar sewa. Rencananya sore ini saya mau ke rumah Ibu untuk melunasinya.”…

  • Puisi-puisi Karya Mohammad Rizky Patriotik dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka

    Puisi-puisi Karya Mohammad Rizky Patriotik dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka

    Puisi-Puisi Karya Mohammad Rizky Patriotik Kisah Senja Di akhir senja aku melihat seberkas cahaya Menandakan siang akan berlalu Tiap hari berganti Hatiku terasa gundah   Atas semua masalah yang kulalui Aku mulai tak sadarkan diri Bahkan aku ingin mengakhiri cerita ini Namun karna banyak mimpi yang membuatku bertahan   Dari balik tirai langit angkasa Aku…

  • Cerpen “Umak Saddam dan Tuah Batang Gadis” Karya Muttaqin Kholis Ali dan Ulasannya Oleh Azwar

    Cerpen “Umak Saddam dan Tuah Batang Gadis” Karya Muttaqin Kholis Ali dan Ulasannya Oleh Azwar

    Umak Saddam dan Tuah Batang Gadis Oleh : Muttaqin Kholis Ali   Sore itu, kutemukan Manaon duduk termangu menatap aliran sungai Batang Gadis. Bukan tidak mungkin sewaktu-waktu ia bisa loncat dan merelakan dirinya dilahap setan penunggu sungai. Sejak mengetahui Uli Namora mau kawin, Manaon tak pernah kelihatan di sawah. Apalagi mendengar nama laki-laki itu. Wajah…

  • Cerpen “Telur Kemerdekaan” Karya Otriramayani dan Ulasannya oleh Azwar, M.Si.

    Cerpen “Telur Kemerdekaan” Karya Otriramayani dan Ulasannya oleh Azwar, M.Si.

    TELUR KEMERDEKAAN Cerpen: Otriramayani   “Lho mang kenapa kalau mereka bernyanyi,  menari dan berlomba?” Dia masih bersungut. Muka temanku itu merah padam, marah!  “Mereka keasyikan beryanyi,  menari dan berlomba,” “Lha biarin aja, mereka bergembira untuk merayakan….” “Merayakan apa?” dia makin meradang, “Merayakan kemalangan saya?” Aku tertawa, seperti orang orang yang sering menertawakan kenaifan dan kebodohan…

  • Cerpen “Pulang ke Rahim Ibu” Karya Amalia Aris Saraswati dan Ulasannya oleh Azwar, M.Si.

    Cerpen “Pulang ke Rahim Ibu” Karya Amalia Aris Saraswati dan Ulasannya oleh Azwar, M.Si.

    Pulang ke Rahim Ibu Oleh : Amalia Aris Saraswati Maghrib hampir jatuh, tapi aku masih termangu di bangku peron. Aku baru tiba dari perjalanan Cikarang-Kramat. Bukannya melanjutkan perjalanan ke kontrakan, aku justru memilih duduk di bangku stasiun agak lama. Orang-orang memperhatikanku, seakan aku perempuan muda yang tampak seperti orang linglung, lupa jalan ke rumah daripada…