Tag: Azwar Sutan Malaka
-

Cerpen “Impian Mattaya” Karya Bustin Buu dan Ulasannya oleh Azwar, M.Si.
Impian Mattaya Cerpen oleh: Bustin Buu Rabu sore yang gerimis. Matta baru saja sampai di depan rumah setelah mengajar mengaji. Sepatunya kuyup setelah melewati rerumputan basah di sepanjang jalan dari jalan raya ke rumahnya. Lengan jaketnya yang bertabur bulir-bulir hujan ia seka perlahan. Angin bertiup kencang. Ranting-ranting surian dengan daunnya yang lebat sampai bergoyang-goyang dibuatnya. Udara…
-

Cerpen “Perjuangan Pengabdian” karya Muhammad Iqbal dan Ulasannya oleh Azwar, M.Si.
Perjuangan Pengabdian Cerpen: Muhammad Iqbal Dilihatnya lamat- lamat wajah renta umaknya yang sedang menyiapkan bakul jualannya. Tangannya begitu lihai membuat adonan kue lapis dan menuangkannya di cetakan satu demi satu. keringatnya mengalir di pelipis wajah keriputnya itu, menambah ragu akan keputusannya meninggalkan rumah. Ah.. mungkinkah aku pergi meninggalkan Umak sendiri di rumah setelah…
-

Cerpen “Sahabat” oleh Khansa Adelia Harinda dan Ulasannya oleh Azwar, M.Si.
Sahabat Cerpen: Khansa Adelia Harinda Resa, berumur sebelas tahun, ketika dia bersekolah di SMP 01 Nusantara. Waktu itu adalah hari Senin, hari pertama masuk sekolah di kelas 1 SMP itu. Ia berangkat ke sekolah diantar oleh ayah dan bundanya seperti kebanyakan siswa lainya. Di sekolah ia bertemu dengan teman-teman lain dan tentu saja guru-guru…
-

Cerpen “Ketika Ia Datang Menyapa” Karya Siswati dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
Ketika Ia Datang Menyapa Cerpen: Siswati, S.S. Hari itu, Senin di awal September. Langit gelap, bersiap diri menjatuhkan gumpalan-gumpalan hitam yang pekat dan berat. Langit seperti hendak runtuh, dedaunan menimbulkan bunyi hebat, lantas desingan keras, derat-derit ranting patah serta gedebak-gedebuk batang kayu yang tumbang. Mengetahui gelagat alam yang datang, ayah segera bertindak, beliau memerintahkan ibu…
-

Cerpen “Salah Taksir” Karya Liza Warni dan Ulasannya Oleh Azwar Sutan Malaka
Salah Taksir Cerpen: Liza Warni Tempat yang akrab, di mana angin bertiup dan dingin menyeruak tulang, tidak banyak yang berubah. Segalanya masih tetap sama. Usai salat subuh dua rakaat kubuka lebar jendela kamarku. Hamparan danau yang luas dan ajaibnya langit pagi dengan kilau bintang timur memanjakan mataku. Jauh di ujung timur kulihat negeri di seberang danau…
-

Cerpen “Sampul Buku Bu Guru” Karya Zikra Delvira dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
Sampul Buku Bu Guru Cerpen: Zikra Delvira Wanita paruh baya itu menggebrak meja di hadapan Bu Guru Siska. “Ibu namanya melakukan pungli. Ibu jangan macam-macam sama saya. Saya bisa lapor ke Kepala Sekolah!” sembur wanita ibu. Bu Guru Siska sedikit gemetar karena terkejut namun mencoba tegar dan tetap tenang. Ia tak mau terlihat gugup…
-

Cerpen “Keping Cinta” Karya Sakura Fitri dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
Keping Cinta Cerpen: Sakura Fitri Aku menangisi sosok kaku yang terbujur di tengah rumah. Sosok yang tak ada pertalian darah sedikitpun denganku. Ia memberikanku cinta yang bersumber pada sekeping hati. Sekeping hati yang selalu dibisikkan cinta oleh Sang Illahi. *** Rumah itu sederhana, terdapat dua kamar di dalamnya. Cat dinding kuning yang selalu membawa keceriaanku…
-

Cerpen “Pada Hari Benci dan Cinta” Karya Oli Novedi Santi dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
Penerapan metode resepsi sastra berdasarkan paparan di atas dapat dirumuskan ke dalam tiga pendekatan: pertama, penelitian resepsi sastra secara eksperimental, kedua, penelitian resepsi sastra melalui kritik sastra, ketiga, penelitian resepsi sastra intertekstualitas. Selain itu bentuk-bentuk respon pembaca terhadap karya yang dibaca adalah bagaimana karya sastra menjadi inspirasi bagi pembaca untuk menghasilkan karya yang baru.
-

Cerpen “Ayam dan Kambing” Karya Fadli Hafizulhaq dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
Ayam dan Kambing Cerpen: Fadli Hafizulhaq “Ini, Nak, ayah belikan kau sepasang ayam, maka jagalah!” Setidaknya itu yang dikatakan Pak Samidi pada anak sulungnya, Sidi, belasan tahun silam. Maka anaknya yang masih duduk di bangku SD itu bergembira ria bagai baru mendapat warisan harta dari bapaknya. Kemudian terjadilah serah terima sepasang ayam itu.…
-

Cerpen “Besok Sudah Tidak Ada Aku” Karya Afrizal Jasman dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
Besok Sudah Tidak Ada Aku Oleh : Afrizal Jasman Ini bulan Juli. Sebulan lagi Agustus. Artinya sebentar lagi akan agustusan. Akan ada pesta rakyat dimana-mana, -dikota dan didesa dalam memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia. Jalan-jalan akan dipenuhi umbul-umbul dan bendera merah putih akan berkibar serentak didepan rumah-rumah warga. Semuanya akan terlihat baru karena hanya pada…