Tag: Azwar Sutan Malaka
-

Cerpen “Nasi Kapau” Karya Nur Azizah dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
Banyak sekali orang yang masih menjajakan dagangannya dengan sopan, “Pedagang yang gigih,” pikir Arisha. Arisha terus melangkah mengikuti langkah Uda Ikhsan, menuju tempat yang nyaman untuk minum kopi hangat di kota yang dingin ini.
-

Cerpen “Dua Bidadariku” Karya Rasyafa Sabrakamila dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
Dua Bidadariku Cerpen: Rasyafa Sabrakamila Ini hanyalah kisah perjalanan temanku dan aku hanya ingin menceritakannya kepada kalian agar bisa sedikit membagi rasa kesepian dan kegembiraan temanku. Ya temanku ini bernama Rendi. Ia terlihat murung dan kesepian. Aku selalu melihat dia sendirian dan tak ingin berinteraksi kepada siapa pun. Sebenarnya aku ingin mengajaknya berbicara, tapi…
-

Cerpen “Duhai Nak” Karya Siswati dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
Kesan saya membaca cerpen ini, kisah yang dituturkan penulis cukup menarik. Penulis dengan lancar menceritakan kejadian demi kejadian dalam cerita yang disusunnya ini. Namun, ada hal cukup mengganjal, seperti kerikil di tengah-tengah jalan yang mulus. Kerikil pada cerita ini adalah pada bagian menuju akhir (ending) cerita yang seolah-olah mengalami lompatan. Seperti ada alur yang terputus untuk…
-

Cerpen “Ketika Berbagi” Karya Ali Usman dan Ulasannya oleh Azwar Sutan malaka
Satu tahun kemudian, ia diamanahkan sebagai Koordinator Keputrian di Forum Studi Islam. Organisasi yang digeluti menjadikannya semakin istiqomah dan qonaah serta amanah terhadap tugas dan tanggung jawab yang diberikan. Hari-hari yang dilalui sangat menyenangkan hatinya. Usai rapat di Forum, Risa segera pulang karena hari sudah sore. Ia buru-buru pulang takut kemalaman di jalan. Jarak rumah ke…
-

Cerpen “Rumput yang Tak Pernah Bergoyang” Karya Adelia Febriyossa dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
Lebih jauh, Nuryatin dan Irawati (2016) menyampaikan bahwa secara etimologis cerpen pada dasarnya adalah karya fiksi atau ”sesuatu yang dikonstruksikan, ditemukan, dibuat atau dibuat-buat”. Hal itu berarti bahwa cerpen tidak terlepas dari fakta. Fiksi yang merujuk pada pengertian rekaan atau konstruksi dalam cerpen terdapat pada unsur fisiknya. Sementara itu, fakta yang merujuk pada realitas dalam cerpen terkandung dalam temanya. Dengan…
-

Cerpen “Novel Kosong” Karya Afrizal Jasmann dan Ulasannya Oleh Azwar Sutan Malaka
Entah ajian apa yang digunakannya. Akhirnya, Ivan bisa meyakinkan redaksi untuk menerima ide novel kosongnya itu. Seiring waktu berjalan akhirnya novel itu naik cetak dan disebar ke berbagai toko buku. Sehari dua hari, seminggu dua minggu, bahkan sampai pada hitungan bulan aku dan Ivan terus memantau penjualan buku tersebut. Yang dipantau bukan masalah laris atau tidak laris semata,…
-

Cerpen “Jasa Saluang” Karya M. Adioska dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
Jasa Saluang Cerpen: M Adioska Taksi itu terus melaju namun tidak semulus sebelumnya, karena kini ia harus melewati jalan desa yang cukup sempit. Hanya pas untuk mobil yang berselisih, itupun harus hati-hati. Tidak jarang salah satu mobil yang sedang berselisih itu harus berhenti untuk menghindari terjadinya kecelakaan kecil. Di dalam taksi itu tampak seorang pemuda.…
-

Cerpen “Dosa Jariah” Karya Sakura Alvino dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
Dosa Jariah Cerpen: Sakura Alvino Aku tidak tahu, bagaimana aku harus menyikapi kenyataan ini. Ibu yang begitu aku hormati, telah merampas rasa hormat itu. Aku yang sangat mencintainya, tapi setelah mendengar kenyataan ini, aku lebih memilih pergi dan tak peduli. Aku kecewa. Teramat sangat. Ketika tahu, bahwa perjalanan pernikahanku yang sudah menginjak lima tahun adalah pernikahan…
-

Cerpen “Hutan Larangan” Karya Uda Agus dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
Hutan Larangan Cerpen: Uda Agus Kampung Jati hanyalah sebuah kampung kecil. Penghuninya sekitar seribu jiwa. Letaknya di balik bukit yang mempunyai hutan lebat di belakangnya. Hutan larangan, begitu warga menyebutnya. Kata ibu, dulu hutan itu tidak angker. Tidak ada yang menyebutnya hutan larangan. Nama itu baru muncul beberapa tahun terakhir. Entah siapa yang membawa kabar…
-

Cerpen “Sebuah Keputusan” Karya Dara Layl dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
Sebuah Keputusan Cerpen: Dara Layl Aku tau kamu lahir dari Cantik utuh cahaya rembulan Sedang aku dari badai Marah riuh yang berisik Juga banyak hal-hal yang sedih Setelah melaksanakan salat dzuhur di sebuah masjid yang begitu cantik di dekat danau, gadis itu memutuskan untuk duduk di sebuah cafe mini yang diberi nama Cafe Abah, cafe yang bersebrangan…