Tag: Azwar Sutan Malaka
-

Cerpen “Membeli Pelangi” Karya Ulul Ilmi Arham dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
Membeli Pelangi Oleh: Ululilmiarham “Bunda, pelangi itu warna apa saja?” “Ada tujuh warna, Nak. Merah, jingga, kuning, hijau, biru, ungu.” “Tujuh? Kenapa banyak sekali?” “Karena semakin banyak semakin indah.” “Indah itu apa, Bunda?” “Indah itu sesuatu yang kalau dilihat bisa bikin bahagia.” “Jadi, semakin banyak semakin bahagia, ya Bunda?” Pertanyaan putri kecilku belum…
-

Cerpen “Sawah Terakhir” Karya Linda Tanjung dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
Sawah Terakhir Cerpen: Linda Tanjung Butiran padi itu berwarna kuning keemasan bersih. Menantang sinar matahari dengan sombongnya sehingga mata menjadi silau. Jutaan bulir itu menyerang semen yang menjadi wadah heler ini, sehingga tidak ada sedikit ruang pun yang tidak tertutupi oleh panen ruahnya. Lapangan yang luasnya 50 X 50 meter dipenuhi padi yang bangga…
-

Cerpen “Senja di Hari Itu” Karya Elang Humaira Cipto dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
Senja di Hari Itu Cerpen Karya: Elang Humaira Cipto Namaku Rayhan. Biasa dipanggil Aan. Saat ini umurku 15 tahun. Aku tinggal di sebuah kampung yang dekat dengan sebuah pantai. Aku adalah seorang anak yang sangat menyukai senja. Saat senja tiba, aku akan menyalami tangan Bunda dan langsung berlari menuju sebuah batu yang berada…
-

Cerpen “Surau” Karya Revandra Ahza Rizkia dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
Surau Cerpen: Revandra Ahza Rizkia Suara angin malam menyelinap masuk ke rumah kami. Malam itu aku sampaikan keinginan kepada Apak untuk sekolah ke Padang karena hanya di kota itu yang ada jurusan yang kuinginkan. Ini bukan yang pertama sebenarnya. Sudah beberapa kali aku sampaikan kepada Apak untuk sekolah ke Padang, tapi Apak belum bersuara. Dia masih…
-

Cerpen “Banda Bakali” Karya Uda Agus dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
Cerpen: Uda Agus Sabtu sore yang cerah. Hari yang indah. Tapi tidak untukku. Bagiku, tidak ada lagi yang namanya hari indah. Kian hari, aku merasa semakin buruk saja. Dulu, anak-anak selalu datang menemaniku. Kami bermain bersama. Mereka sangat senang bermain denganku, apalagi jika siangnya matahari bersinar terik. Maka di sore hari, aku akan menjadi…
-

Cerpen “Tenunan” Karya Naima Muharrani Yanfa dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
Tenunan Cerpen:Naima Muharrani Yanfa Cahaya sore menerangi langit, cakrawala memanggil mentari dan gelap sebentar lagi menggantinya serasa menyambutku pulang. Ayam-ayam Amak masih mengais makanan di halaman samping rumah. Aku langkahkan kaki memasuki rumah sembari mengucap salam. Plak! plak! plak! Suara alat tenun Amak serasa ikut menyambutku. Layung senja telah mencuatkan sinar indahnya, sebuah keindahan…
-

Cerpen “Kesempatan Kedua” oleh Sakura Alvino dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
Cerpen: Sakura Alvino Fira memasuki gerbang sekolah. Setelah menguasai diri berkali-kali, mengemasi hati yang remuk minggu lalu. Fira menguatkan tekad hari ini untuk ke sekolah. Di sana ada Pak Rudi, satpam sekolah yang sangat ramah dan baik menyapanya dengan nada yang tidak biasa. Fira membalasnya seraya menepis kesedihan yang memancar dari wajah satpam baik itu.…
-

Cerpen “Kok Dapek Nan di Hati” Karya Ali Usman dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
Kok Dapek Nan di Hati Cerpen: Ali Usman Hembusan angin seraya menyapu pepohonan yang rindang di depan rumahku. Hujan tiba-tiba mengejar dengan cepat. Gemuruh petir sesekali meningkahi irama angin dan hujan. Damai terasa hati ini mengiringi irama hujan karunia Allah yang harus disyukuri. Namun, kecamuk pikirankanku mengalahkan semuanya. “Da… kok buruak bana manuangnyo? Apo nan tajadi?”…
-

Cerpen “Lelaki Angin” Karya Sakura Fitri dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
Lelaki Angin Cerpen: Sakura Fitri Jika kau adalah lelaki angin Saat kau pergi Hendak kemana lagi kan kuutarakan rindu? Aku memasuki kafe tempat pertemuan yang sudah dikirimnya pagi tadi. Setelah sekian lama tak berkabar, mencarinya dengan susah payah, melupakannya setengah mati, ia muncul memberi pesan untuk bertemu. Apalagi kalau ini bukan anugerah. Lelaki yang…
-

Cerpen “Lifa” Karya Alhimmatul ‘Aliyah Radhwa dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
Lifa Cerpen: Alhimmatul ‘Aliyah Radhwa Lifa, begitu nama gadis kecil itu. Sebagai anak sulung, dia dituntut menjadi lebih dewasa dari usianya. Seperti pada sebuah siang yang panas, tetapi berangin sepoi-sepoi itu. Ia dipaksa menerima kenyataan bahwa Ibunya sedang tidak baik-baik saja. “Lifa bantu ibu cuci piring, Nak! Kepala ibu pusing.” Ibu memanggil Lifa dari dapur.…