Tag: Azwar Sutan Malaka
-

Cerpen “Riwayat Asap” Karya Dodi Saputra dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
Riwayat Asap Cerpen: Dodi Saputra Dalam pagi teramat menggigil ini, suara kawanan jangkrik masih terdengar di sudut-sudut rumah. Pepohonan masih tampak gemerlap di luar sana. Sebuah lampu minyak menyala dari salah satu rumah. Usai melipat sajadah, Mandeh menuruni tangga menuju dapur bersama lampu minyak itu. Ya, perempuan itu mengenakan kain sarung dan penutup kepala yang…
-

Cerpen “Suluh Jo Siampa” Karya Linda Tanjung dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
Suluah Jo Siampa Cerpen : Linda Tanjung Hujan rintik-rintik membasahi bumi. Dedaunan merasakan kedinginan ditimpa hujan dan malu-malu meneteskan airnya. Rintikan hujan itu seperti tangisan yang tak pernah reda. Menghantui jiwa yang lemah karena dendam angkara Ilham menarik selimutnya semakin dalam, malam yang dinginpun telah melelapkannya setelah seharian berjibaku di kampusnya. Laptop, diktat, flashdisk dan ponselnya berserakan di…
-

Cerpen “Bunga Ros yang Menunggu Layu” Karya Fadli Hafizulhaq dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
Bunga Ros yang Menunggu Layu Cerpen : Fadli Hafizulhaq Di suatu sore menjelang senja, lelaki rambut berminyak itu datang tatkala Ros tengah menyesap segelas jus alpukat. Ia tampak necis dengan setelan kemeja lengan panjang dan celana jins serta tidak lupa sekuntum bunga ros–Ros lebih senang menyebutnya begitu ketimbang dengan bunga mawar. Ros hampir saja…
-

Cerpen “Suatu Sore” Karya Yulfia Afaz dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
Cerpen: Yulfia Afaz Rabu, 30 September 2009 Angin sore terasa dingin namun begitu menyengat di pori-pori Hasan. Sesekali mulut angin menghempaskan aroma amis dan berhasil hinggap di hidungnya yang bangir kemudian lenyap begitu saja. Meskipun suhu udara terasa berbeda dari biasanya, kekhusukan menunaikan empat rakaat tidak membuat mahasiswa semester 5 itu terganggu sedikit pun. Setelah melipat sajadah,…
-

Cerpen “Pulanglah, Bujang” Karya Hasbunallah Haris dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
Pulanglah, Bujang Cerpen: Hasbunallah Haris Aku pulang ke Batipuh sekitar dua hari yang lalu, langsung kutemui pria tua berjenggot lebat di rumah gonjong itu sesuai yang diamanatkan sahabat karibku, Harfan. Sebelum kematiannya di Bukit Alang Lawik, tak tega aku melihat air muka orang tua itu ketika beruluk salam padanya. Mata tua keriputnya yang sendu menatapku…
-

Cerpen “Prasangka Keliru” Karya Masaput dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
Prasangka Keliru Cerpen: Masaput Terkadang, di balik sikap riang seseorang, kita tidak tahu masalah apa yang sedang ia pendam. Begitu pun pada seseorang yang menampakkan isi hatinya. Dari tampilannya yang menyeramkan, apakah ada secercah sinar kebaikan tersimpan rapat di lubuk hatinya. *** Pagi yang menggetar, mata yang sayu telah melebar. Selimut masih mengambang di atas kasur membadung setengah…
-

Cerpen “Sepasang Jantung Hati yang Tertinggal” Karya Wizhafira dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
Cerpen: Wizhafira Dingin bahkan tak seelok yang kuduga. Tega menusuk kurus keringnya badan mungilku dan menerobos pori-pori hingga tulang-tulangku ikut berteriak seolah memberontak tentang kehidupan. Tersebab dingin membuat mengigil jadi teman setia dalam keseharianku di negeri dingin tanpa salju ini. Aku seolah malaikat mungil yang selalu patuh dan taat. Kenapa tidak, aku ini hanya anak SD yang hanya…
-

Cerpen “Tuah Pusaka Tinggi” Karya Yulfia Afaz dan Ulasannya Oleh Azwar Sutan Malaka
Tuah Pusaka Tinggi Cerpen: Yulfia Afaz Lelaki itu mematung tepat di depan Halimah. Tatapan matanya penuh iba seakan mengharap belas kasihan. Halimah merasa di alam mimpi. Beberapa kali ia mencubit pergelangan tangan dan merasakan sakit. Itu artinya ia tidak sedang berhalusinasi. “Benar ini alamatnya Bu?” tanya salah seorang pria yang memapah lelaki itu. Beberapa menit…
-

Cerpen Ulul Ilmi Arham “Sipuluik” dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
Sipuluik Cerpen: Ulul Ilmi Arham Sudah sejak pagi buta, Umak dan Unde sibuk di dapur, bahkan sebelum ayam berkokok pun, mereka sudah berjibaku. Sedari pukul empat tadi, mereka sudah merendam beras ketan lima puluh sukat. Jumlah yang tidak sedikit untuk ukuran keluarga kami. Siang nanti, tetangga sekitar akan datang ke rumah demi memenuhi undangan duduak…
-

Cerpen “Idulfitri untuk Ibu” Karya Siswati dan Ulasannya Oleh Azwar Sutan Malaka
Idulfitri untuk Ibu Cerpen: Siswati Pukul 10 malam. Gerimis masih membasahi setiap jengkal tanah yang kupijak. Sementara, angin berhembus kian kencang menusuk hingga ke persendian tulangku. Kurapatkan mantel yang tengah kupakai. Perlahan aku mulai melakukan tugasku, mengunci pintu pagar. Tugas ini hanya kulakukan ketika aku pulang kampung, ketika jadwal sekolah libur. Malam ini, aku…