Tag: Azwar Sutan Malaka
-

Cerpen Sakura Alvino “Sarha Perjuangan” dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
Sarha Perjuangan Cerpen: Sakura Alvino Pagi ini, dengan suasana yang terus waspada, aku duduk di kursi dan menyesap syai buatan Aisha, istriku. Tidak ada yang tahu waktu-waktu akan bergulir membawa kepedihan. Tanpa prediksi, serangan udara dari Israel bisa saja mendarat meluluhlantakkan pemukiman kami. Benar saja, dinding bergetar hebat. Beberapa detik yang lalu bom sudah mendarat di…
-

Cerpen “M A L A” Karya Dara Layl dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
Cerpen: Dara Layl Langit melukiskan warna biru laut. Burung-burung gereja hinggap pada tiang-tiang listrik dan terbang ke sana-kemari secara berkelompok. Baru kemarin, Mulya pulang kampung. Salah-satunya karena rindu dengan masakan ibu. Aktivitas di kampus yang biasanya menyita waktunya, sekarang benar-benar Mulya tinggalkan. Mulya ingin libur tiga hari saja. Jadilah jatah absen yang jarang digunakan Mulya benar-benar terasa berguna. Stres rasanya dengan…
-

Cerpen Zikra Delvira dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
Di Piring Resepsi Cerpen: Zikra Delvira Lorong di kawasan pertokoan itu makin lengang. Beberapa penjaga toko nampak sudah mulai menyimpan barang dagangan, sebagian lagi menyapu-nyapu. Meski di kejauhan, jalan raya justru ramai suara lalu lalang kendaraan. Begitupun dengan gerobak-gerobak makanan kaki lima yang mulai didatangi pembeli. Sementara itu, di sebuah toko alat pertanian, seorang…
-

Cerpen “Bareh Randang” Karya Najla Syafira Rifki dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
Bareh Randang Cerpen: Najla Syafira Rifki Sang mentari mulai merangkak ceria. Cahaya merah merona menambah semarak irama pagi. Udara segar pagi menyapa cuping hidung semua orang. Nun dari jauh, Gunung Sago berdiri gagah menampakkan puncaknya di bawah biru langit Kota Payakumbuh. Sinar mentari yang menerpa kulit ikut membakar semangat dari pagi ke pagi lainnya bagi para pencari…
-
Cerpen “20 Cm Menuju Haram” Karya Silvianti dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
20 Cm Menuju Haram Cerpen: Silvianti “Bu, sudah larut, ibu istirahatlah dulu,” Aku membujuk ibu yang masih asyik menenun. Songket berwarna merah hati dengan benang emas yang ibu tenun sejak sepekan yang lalu baru siap sepertiga. “Ibu belum mengantuk, lagi pula target ibu selama dua hari ini belum tercapai. Kemarin ibu hanya bisa menenun sebanyak 12…
-
Cerpen “Pulang” Karya Yulfia Afaz dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
Pulang Kuusap benda pipih yang sedang dalam genggaman. Setelah menekan tombol yang tertera pada aplikasi berwarna hijau, terdengar nada panggilan keluar. “Assalamualaikum, Nak. Apa kabarmu?” kulihat ibu di seberang. “Waalaikumsalam, Bu. Alhamdulillah sehat,” ujarku sambil memperbaiki posisi hijab yang sedikit berantakan. “Bagaimana dengan cucu-cucu, Ibu. Adakah mereka sehat?” ujar Ibu. Aku mengangguk mantap. “Mereka sedang…
-

Cerpen “Awan Pilu” Karya Ulul Ilmi Arham dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
Awan Pilu Cerpen: Ulul Ilmi Arham Tangan Mara gemetar menerima amplop berwarna merah marun dari Sigit. Bagai disambar petir, ia kehilangan kata membaca nama lelaki itu yang tertulis di sampul depannya. Lebih pedih lagi, bukan namanya yang bersanding di situ, melainkan gadis lain yang entah siapa. Seingatnya, sahabat dekatnya itu tak pernah sekali pun menyebut nama gadis…
-

Cerpen Siswati dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
NELANGSA Cerpen: Siswati Malam kian merangkak. Dinginnya merasuk hingga ke tulang sum-sum. Rasa kantukku serasa tidak bisa kuajak kompromi lagi. Seharian tadi aku disibukkan dengan merekap nilai siswaku yang telah menyelesaikan Penilaian Tengah Semester (PTS). Selintas kulihat layar pipih yang sedari tadi kubiarkan tergeletak di tepi ranjangku. Ada tiga panggilan yang tak terjawab. Rasa kantukku ternyata…
-

Tangis Sebatang Pohon
Cerpen: Azwar Sutan Malaka Mak Itam ternganga melihat sesosok tubuh bergelimang darah tak jauh dari batang pohon Surian. Sesaat ia terpaku, dua puluh langkah dari tubuh bergelimang darah itu. Semula Mak Itam menduga tubuh bergelimang darah yang ada di depannya adalah korban pembunuhan, tapi dugaannya perlahan sirna ketika ia semakin mendekat pada tubuh tak bernyawa itu.…
