Tag: Cerpen
-

Cerpen “Perjuangan Pengabdian” karya Muhammad Iqbal dan Ulasannya oleh Azwar, M.Si.
Perjuangan Pengabdian Cerpen: Muhammad Iqbal Dilihatnya lamat- lamat wajah renta umaknya yang sedang menyiapkan bakul jualannya. Tangannya begitu lihai membuat adonan kue lapis dan menuangkannya di cetakan satu demi satu. keringatnya mengalir di pelipis wajah keriputnya itu, menambah ragu akan keputusannya meninggalkan rumah. Ah.. mungkinkah aku pergi meninggalkan Umak sendiri di rumah setelah…
-

Dear Bahasa
Aku membuka bungkusan itu. Tidak butuh waktu lama, aku segera mengetahuinya. Dua buah novel. Rupanya adikku ini benar-benar mengenalku. Tentu saja, memangnya siapa yang tidak tahu tentang kesukaanku membaca?
-

CLBK Sang Kakek
Cerpen: Armini Arbain ‘Kringgg, kringgg, suara telepon berdering nyaring di ruang tengah. Dari kamar kudengar Wirna, istriku mengangkatnya dan aku bisa menebak bahwa yang menelepon adalah Linda, putri bungsu kami yang sedang hamil tua. Sejak menikah, tiga tahun yang lalu Linda tinggal di Medan dengan suaminya yang bekerja di PLN. Sayup kudengar pembicaraan mereka. Linda…
-

Ibu dan Miniatur
Cerpen: Septiani Pasar Beringharjo selalu padat dan ramai. Becak berlalu-lalang, ada juga yang hanya diam. Barangkali, menunggu pengunjung Pasar Beringharjo selesai berbelanja. Suara tawar-menawar harga. Wajah-wajah lokal hingga asing memenuhi pasar. Tidak hanya di dalam namun juga di luar. Di sepanjang bagian luar Pasar Beringharjo, menghampar penjual yang menjajakan dagangannya. Mulai dari baju bertuliskan Yogyakarta,…
-

Tempe dan Sayur Asem
Cerpen: Farisza Azzahra Aku menatap meja makan kecil yang penuh dengan soal ujian biologi. Dengan tambahan sepiring tempe dan sepanci sayur asem, meja tersebut tampaknya semakin semrawut. Alih-alih meja makan, ia lebih mirip meja belajar; tidak ada yang menggugah. Hanya menyebabkan sakit kepala. Terlebih lagi, aku benci tempe dan sayur asem. “Mengapa kau tidak makan?”…
-

Bulan Ibu
Cerpen: Silvha Darmayani Bila suatu pagi, kau terbangun lebih dulu dari adikmu Sri dan tidak menemukan ibu di rumah. Cari saja ibu di jalanan atau di sudut tepi kota. Namun, bila suatu pagi lagi, saat kau terbangun dan tidak menemukan ibu pada tiga tempat itu. Carilah ibu di rembang malam, di antara awan-awan lamur dan langit pekat hitam sebab ibu sudah menjadi bulan.…
-

Terjebak di Ruangan Kakek
Cerpen: Muhamad Irfan Persiapkanlah imajinasi Anda sebelum libur sekolahku datang. Saat libur sekolah, ibu mengajakku ke rumah nenek. Rumah nenek yang sangat besar dan mewah seperti gedung. Baru kali ini, aku diajak ibu ke rumah nenek. Setibanya di rumah nenek, air mata ibu mengalir deras di pipinya. Dari balik pintu, keluar seorang ibu-ibu. Ia memeluk ibu dan…
-

Wajah Lelah Mamak
Cerpen: Eva Anastian Seseorang perempuan berdiri di depan pintu gerbang sekolahku. Tubuhnya ringkih. Tangannya telah dicumbu keriput. Bajunya begitu ala kadarnya. Daster lengan panjang berwarna cokelat tua dengan jilbab putih yang dua ujungnya diikat mengitari leher. Payung ungu bergambar bunga tulip tampak menaunginya dari rintik hujan yang tersapu angin tipis-tipis. Digendongnya bayi laki-laki yang tertidur pulas.…
-

Ibu Kucing
Cerpen: Faizul F U Setiap malam adalah hantu. Pertanyaan itu selalu muncul sebelum pikir benar-benar berhenti lalu tenggelam. Siapa yang akan ikhlas merawat kucing-kucing itu? Yang rela setiap mereka meong akan sigap pergi ke dapur, mengambil potongan ikan asin untuk dipotong lagi sebanyak ekor kucing yang meong itu. Ia benar-benar rela mendermakan dirinya untuk kucing-kucingnya.…
-

Malaikat Terhebat dalam Hidupku
Cerpen : Aghitsna Malika Putri Tuwa’* pernah berkata padaku bahwa jiwa yang memiliki rasa sabar tidak akan pernah bisa dikalahkan oleh apa pun. Seberapa besar sakitnya, sebanyak apa pun deritanya, jiwanya akan selalu kuat, layaknya karang, dan selalu ada seperti angin. Saat itu, mungkin aku belum paham apa maksud dari perkataan Tuwa’. Namun, semakin aku…