Tag: FLP
-

Puisi-puisi Daris Kandadestra dan Ulasannya oleh Dara Layl
Puisi-puisi Daris Kandadestra Bumi Melayu Berdaulat Ini tanah kami tuan! Bumi Melayu berdaulat Tanah Orang Darat melaut Milik Orang Laut menetap Beranak pinak sejak semula Tanah ini bumi melayu Anugerah sultan! Kami tak hidup menumpang Kami tak ambil milik kalian Mengapa usik damai kami? Mengapa usir kenangan kami? Ini tanah kami tuan! Kami tak…
-

Cerpen “Ipen” Karya Linda Tanjung dan Ulasannya oleh Azwar
Oleh Linda Tanjung Tangannya lurus ke depan sampai sebatas bahu, sejajar dengan kaki kirinya. Kakinya pun mengikuti gerak tangannya. Satu persatu langkah kakinya berjalan seiringan namun tangan dan kaki tidak berlawanan seperti jalannya kaki orang normal. Tangan kanan sejalan dengan kaki kanan, tangan kiri sejalan dengan kaki kiri, dan tanganpun ayunannya sejajar bahu.…
-

Cerpen “Kucing Pembawa Hikmah” karya Annevi Dhora Royenza dan Ulasannya oleh Dara Layl
Kucing Pembawa Hikmah Cerpen: Annevi Dhora Royenza “Ummi….” “Ummi…” “Ada anak kucing di luar sana, Mi….” Ucap Hanif sambil tergopoh-gopoh berlari ke dalam rumah. Aku mengerutkan kening. “Kucing…?. Lagi…?” Bisikku dalam hati. “Iya, Mi, kucing kecil…” tambah Niya si adik. Mereka berebut untuk berbicara padaku. “Itu…kucingya kecil-kecil, Mi..”Hanif kembali menambahkan. “Hah…kecil-kecil..?” “Berarti kucingnya lebih dari…
-

Puisi-puisi Surya Hafizh dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye
Telaga dan Surau Tua aku tak hendak jadi suara menjadi kerikil jatuh yang kau lempar ke telaga mengusik bias bayang surau tua aku tak hendak mendengarmu menyusun suara parau mengungkit-ungkit kaji lama aku tak hendak menjadi aroma tubuh yang memikat: malam dan segenap setan memperalati waktu, membuatmu ketakutan menunggu kabut diam-diam meminjam wajahmu —diam-diam hendak menjadimu mengulurkan…
-

Cerpen Zikra Delvira dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
Di Piring Resepsi Cerpen: Zikra Delvira Lorong di kawasan pertokoan itu makin lengang. Beberapa penjaga toko nampak sudah mulai menyimpan barang dagangan, sebagian lagi menyapu-nyapu. Meski di kejauhan, jalan raya justru ramai suara lalu lalang kendaraan. Begitupun dengan gerobak-gerobak makanan kaki lima yang mulai didatangi pembeli. Sementara itu, di sebuah toko alat pertanian, seorang…
-
Cerpen “20 Cm Menuju Haram” Karya Silvianti dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
20 Cm Menuju Haram Cerpen: Silvianti “Bu, sudah larut, ibu istirahatlah dulu,” Aku membujuk ibu yang masih asyik menenun. Songket berwarna merah hati dengan benang emas yang ibu tenun sejak sepekan yang lalu baru siap sepertiga. “Ibu belum mengantuk, lagi pula target ibu selama dua hari ini belum tercapai. Kemarin ibu hanya bisa menenun sebanyak 12…

