Tag: FLP Sumbar

  • Puisi-puisi Turbadur Lampura dan Ulasannya Oleh Dara Layl

    Puisi-puisi Turbadur Lampura dan Ulasannya Oleh Dara Layl

    Puisi-puisi Karya Turbadur Lampura    Ini Dunia Kita, atau Sepenggal Kisah Korupsi di Negeri Antah -(masih) parodi untuk negeri Gemah Ripah Loh (kok) Begini? di negeriku, ada aturan para santri boleh kena sanksi ada yang dihukum lari, sebagian di tengah terik lebih memilih tegak berdiri. sementara sang guru sibuk bersenda dan  menghabiskan lintingan tembakau di…

  • Puisi-puisi Zamzami Husni dan Ulasannya Oleh Ragdi F Daye

    Puisi-puisi Zamzami Husni dan Ulasannya Oleh Ragdi F Daye

    Puisi-puisi Zamzami Husni Ibu dan Ramadan tak tahu kata apa yang kusampaikan padamu pada-Mu jua aku ceritakan pada sepi yang mengelilingi kami semenjak kepergian ibu yang kami sayangi kini tiba ramadhan pertama semenjak kau tiada berbuka dan sahur tanpamu jelas hambar rasanya rindu suaramu membangunkan kami dari tidur lelap untuk sahur dan kadang nyaris terlambat…

  • Cerpen “Hadiah Merah Jambu” Karya Afrizal Jasmann dan Ulasannya oleh Azwar

    Cerpen “Hadiah Merah Jambu” Karya Afrizal Jasmann dan Ulasannya oleh Azwar

    Hadiah Merah Jambu Oleh : Afrizal Jasmann   Malam hendak beranjak ke pukul sepuluh ketika Syafri pulang dari tempat kerja. Kepulangannya disambut ceria oleh Intan, anak semata wayangnya yang telah beranjak menuju enam tahun. Raut wajah gadis kecil itu terlihat sumringah tatkala ayah hebatnya itu sampai diruang tengah. Ya, ruang sederhana berukuran dua kali satu…

  • Puisi-puisi Isnaini Fadhillah Saragih dan Ulasannya Oleh Ragdi F Daye

    Puisi-puisi Isnaini Fadhillah Saragih dan Ulasannya Oleh Ragdi F Daye

    Puisi-puisi Isnaini Fadhillah Saragih Nama yang Ibu Buat Tidak Berawalan S   Saat pekikan itu datang dadaku berdesir Adakah tamu itu belum juga diusir? Di pangkuan  Ibu aku pulang Bilang benci kalau pekikan itu diberi ruang Maka esok, saat pekikan itu kembali datang Tak kubukakan gerbang, tak kubuatkan pisang goreng Biar dia letih menyerang Aku…

  • Cerpen “Melukis Cinta” Karya Ali Usman dan Ulasannya Oleh Dara Layl

    Cerpen “Melukis Cinta” Karya Ali Usman dan Ulasannya Oleh Dara Layl

    Melukis Cinta Oleh: Ali Usman Terik mentari memancarkan cahaya terang. Panasnya menyibak awan putih di langit biru siang itu. Usai shalat zuhur berjamaah di mushalla sekolah. Karim dan Amin jalan bersama menuju rumah masing-masing. Suara mobil dan motor berkejar-kejaran di sepanjang jalan raya. Jalan antara Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman itu selalu ramai ketika…

  • Puisi-puisi Eza Safitri dan Ulasannya Oleh Ragdi F Daye

    Puisi-puisi Eza Safitri dan Ulasannya Oleh Ragdi F Daye

    Puisi-puisi Eza Safitri   Saturnus Rindu kian menyeruak tiap sudut hati Saat menjadikanmu pengisi sanubari Biar saja seperti ini Engkau juga akan tetap menjadi ilusi Membentuk tatanan kisi-kisi Untuk kujadikan sajak puisi Meski yang kutulis kini Bukan lagi perihal jatuh hati Hanya keping patahan hati Biar rasa ini saja yang abadi Dalam setiap sajak yang…

  • Puisi-puisi Eva Hairani dan Ulasannya oleh Ragdi F Daye

    Puisi-puisi Eva Hairani dan Ulasannya oleh Ragdi F Daye

    Puisi-puisi Eva Hairani Tidak Akan Sama Aku buka kembali sajak-sajak itu Dan menemukan kita yang tak lagi utuh Entah di mana dirimu yang pernah menjadi tubuh dalam puisiku? Masih adakah rindu yang tersisa untuk sekedar merangkai kata yang patah? Walau hanya untuk merayakan duka pada bait-bait aksara Aku kehilangan ruh di dalam setiap tulis Bahkan…

  • Cerpen “Harimau Buntung” Karya Johan Arda dan Ulasannya oleh Azwar

    Cerpen “Harimau Buntung” Karya Johan Arda dan Ulasannya oleh Azwar

    Harimau Buntung Cerpen: Johan Arda   Jam Gadang membusung di hadapanku. Setiap hari. Jika malam, banyak gerobak kacang rebus berasap berkeliaran hingga subuh. Namun, siangnya penjual karupuak leak tidak kalah lebih banyak memadati pelataran Jam Gadang. Pelancong-pelancong yang bisa kuketahui asalnya melalui logat bicara dan pakaiannya memang cenderung menuju Jam Gadang lebih dahulu seturunnya dari…

  • Puisi-puisi Hendri Tanjung dan Ulasannya Oleh Ragdi F Daye

    Puisi-puisi Hendri Tanjung dan Ulasannya Oleh Ragdi F Daye

    Puisi-puisi Hendri Tanjung Biarlah Laut Menelan Jeritan Hatiku Aku bisu menutupi ragu Rasa yang kautawarkan haruskah kubayar dengan perhatian Aku seperti dikungkung dalam keterasingan di luar jangkauku Tak sanggup untukku berlama lalu berlari karena kusadar bayangku tak setara Ketika kau datang memanggil namaku kutinggalkan semua berlari di antara tebing-tebing hingga tersungkur di bibir pantai berpasir…

  • Puisi-puisi Bambang Kariyawan Ys dan Ulasannya oleh Ragdi F Daye

    Puisi-puisi Bambang Kariyawan Ys dan Ulasannya oleh Ragdi F Daye

    Puisi-puisi Bambang Kariyawan Ys. Episode Rintik di Bulang Linggi Angin … Tapak ini masih goyah kala berdiri Di tepian dermaga Bulang Linggi Hembusanmu  mengirimkan berita ketidakpastian Menyajikan rintik dengan segala tanya Awan … Secawan ragu hati ini akan dilema Menaiki kapal ke seberang pulau meninggalkan kenangan atau tetap tinggal di dermaga melanjutkan kenangan Rintik ini…