Tag: FLP Sumbar
-

Puisi-puisi Santi Puspita Ningrum dan Ulasannya oleh Dara Layl
Puisi-puisi Santi Puspita Ningrum Sari Puspa Ningrum Kemuliaan Al-Qur’an Di malam 17 ramadan yang arumi Menjadi saksi peristiwa mulia yang dialami sang Nabi Dalam gelapnya Gua Hira tanpa lentera Turunnya wahyu pertama menyuarakan iqra’ Betapa bergetar hati Rasululah Menerima kalamullah yang mulia lagi indah Sebagai pedoman hidup manusia lemah Agar mendapat maghfirah maupun…
-

Puisi-puisi Karya Mohammad Rizky Patriotik dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
Puisi-Puisi Karya Mohammad Rizky Patriotik Kisah Senja Di akhir senja aku melihat seberkas cahaya Menandakan siang akan berlalu Tiap hari berganti Hatiku terasa gundah Atas semua masalah yang kulalui Aku mulai tak sadarkan diri Bahkan aku ingin mengakhiri cerita ini Namun karna banyak mimpi yang membuatku bertahan Dari balik tirai langit angkasa Aku…
-

Cerpen “Umak Saddam dan Tuah Batang Gadis” Karya Muttaqin Kholis Ali dan Ulasannya Oleh Azwar
Umak Saddam dan Tuah Batang Gadis Oleh : Muttaqin Kholis Ali Sore itu, kutemukan Manaon duduk termangu menatap aliran sungai Batang Gadis. Bukan tidak mungkin sewaktu-waktu ia bisa loncat dan merelakan dirinya dilahap setan penunggu sungai. Sejak mengetahui Uli Namora mau kawin, Manaon tak pernah kelihatan di sawah. Apalagi mendengar nama laki-laki itu. Wajah…
-

Puisi-puisi Jonson Effendi dan Ulasannya oleh Ragdi F Daye
Puisi-puisi Jonson Effendi Perjalanan Mencari Tuhan Berjalan di tepian ngarai mencari seberkas sinar dari timur ke barat sampai matahari ditelan laut. badan lusuh kaki berjalan menuju pintu kubur keabadian hidup setelah kematian Daku terus berjalan walau diterpa badai, basah kuyup bermandi hujan tiada takut tiada gentar tetap tegar bagai karang dihempas gelombang pasang Sepertiga malam…
-

Cerpen “Senja di Mata Mona” Karya Muttaqin Kholis Ali dan Ulasannya oleh M. Adioska, M.Pd.
Senja di Mata Mona Oleh : Muttaqin Kholis Ali “Loh kalian kok balik lagi?” Bu Vina, guru yang baru saja diangkat PNS menunjuk tiga gadis yang baru saja memarkirkan motornya di depan lobi sekolahan tempatnya mengajar. Tiga gadis di depannya saling sikut. Tidak ada yang menjawab pertanyaan Bu Vina, hingga ia harus bertanya ulang.…
-

Cerpen “Petani yang Menyemai Emas” Karya Dodi Saputra dan Ulasannya oleh Azwar, M.Si.
Petani yang Menyemai Emas Cerpen Dodi Saputra Seorang berkaca mata hitam keluar dari mobil mengkilat dan berhenti di gubuk bambuku. Aku betul-betul terperangah melihat sosok lelaki berdasi melintasi pematang sawah itu. Ia masih bersepatu kulit dan terus mendekatiku. Ia seperti sudah akrab dengan hamparan sawah menguning kali ini. Sekali lagi aku menatapnya lebih dekat. Aroma…
-

Puisi-puisi Reni Oksilia dan Ulasannya oleh Dara Layl
Puisi Puisi Reni Oksilia Puisi 1: Karena Allah Sayang Istirahatlah! Pesan ini diterima saat diri rebah Renungkan hikmah dengan sabar dan jiwa lapang Kesulitan bersama kemudahan, suatu janji pasti Jaminan Rabb Yang Maha Berkehendak Usaha membumi jadi kewajiban Doa melangit sebagai pengharapan Benteng pertahanan rapuh dihantam kealpaan Karena Allah sayang semua datang…
-

Puisi-puisi Surya Hafiz dan Ulasannya oleh Ragdi F Daye
Puisi-puisi Surya Hafizh beberapa nasihat ketika kamu memutuskan memiliki anak biarkan anak-anakmu bermain sebab tumpukan mayat boneka telah memenuhi rusuk kota selalu pastikan pintu dan jendela terkunci agar kucing tetangga tak memecahkan pot bunga atau meninggalkan bekas cakaran di kulit sofa ajari mereka cara mengikat tali sepatu atau menjerat leher dengan dasi kupu-kupu jangan…
-

Puisi-puisi Yudi Muchtar dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye
Suatu Perjalanan yang Aku Lalui dengan Tidur kau tiba di tempatku bersama kenangan selalu aku ingat di ujung syakban, kau adalah seruan menarikku pada perjalanan jauh melintasi tiga puluh stasiun. di stasiun terakhir orang-orang akan terlahir kembali seperti bayi. kutatapi tingkah orang-orang di kendaraanmu tak semua menikmati perjalanan, satu-dua penumpang turun di sepuluh stasiun pertama,…
-

Puisi-puisi Eliza Nuzul Fitria dan Ulasannya oleh Dara Layl
Terlelap Lautan Fatamorgana Duniawi Asmaraloka getarkan sukma menjelang Asing tersisa usang menjulang Pupuk-pupuk merah jambu makin menjamur bukan kepalang Cinta dunia, fana meleburkan pahala manusia-manusia yang rindu surga pun mendorong diri semakin jatuh ke jurang neraka Kitab suci di sudut meja, berdebu tak terbaca Gawai merusak mata, lebih dari setengah 24 jam berada dalam genggaman…