Tag: Kreatika

  • Cerpen “Senja di Mata Mona” Karya Muttaqin Kholis Ali dan Ulasannya oleh M. Adioska, M.Pd.

    Cerpen “Senja di Mata Mona” Karya Muttaqin Kholis Ali dan Ulasannya oleh M. Adioska, M.Pd.

    Senja di Mata Mona  Oleh : Muttaqin Kholis Ali   “Loh kalian kok balik lagi?” Bu Vina, guru yang baru saja diangkat PNS menunjuk tiga gadis yang baru saja memarkirkan motornya di depan lobi sekolahan tempatnya mengajar.  Tiga gadis di depannya saling sikut. Tidak ada yang menjawab pertanyaan Bu Vina, hingga ia harus bertanya ulang.…

  • Cerpen “Petani yang Menyemai Emas” Karya Dodi Saputra dan Ulasannya oleh Azwar, M.Si.

    Cerpen “Petani yang Menyemai Emas” Karya Dodi Saputra dan Ulasannya oleh Azwar, M.Si.

    Petani yang Menyemai Emas Cerpen Dodi Saputra Seorang berkaca mata hitam keluar dari mobil mengkilat dan berhenti di gubuk bambuku. Aku betul-betul terperangah melihat sosok lelaki berdasi melintasi pematang sawah itu. Ia masih bersepatu kulit dan terus mendekatiku. Ia seperti sudah akrab dengan hamparan sawah menguning kali ini. Sekali lagi aku menatapnya lebih dekat. Aroma…

  • Puisi-puisi Reni Oksilia dan Ulasannya oleh Dara Layl

    Puisi-puisi Reni Oksilia dan Ulasannya oleh Dara Layl

    Puisi Puisi Reni Oksilia   Puisi 1: Karena Allah Sayang Istirahatlah! Pesan ini diterima saat diri rebah Renungkan hikmah dengan sabar dan jiwa lapang Kesulitan bersama kemudahan, suatu janji pasti Jaminan Rabb Yang Maha Berkehendak   Usaha membumi jadi kewajiban Doa melangit sebagai pengharapan   Benteng pertahanan rapuh dihantam kealpaan Karena Allah sayang semua datang…

  • Cerpen “Telur Kemerdekaan” Karya Otriramayani dan Ulasannya oleh Azwar, M.Si.

    Cerpen “Telur Kemerdekaan” Karya Otriramayani dan Ulasannya oleh Azwar, M.Si.

    TELUR KEMERDEKAAN Cerpen: Otriramayani   “Lho mang kenapa kalau mereka bernyanyi,  menari dan berlomba?” Dia masih bersungut. Muka temanku itu merah padam, marah!  “Mereka keasyikan beryanyi,  menari dan berlomba,” “Lha biarin aja, mereka bergembira untuk merayakan….” “Merayakan apa?” dia makin meradang, “Merayakan kemalangan saya?” Aku tertawa, seperti orang orang yang sering menertawakan kenaifan dan kebodohan…

  • Puisi-puisi Surya Hafiz dan Ulasannya oleh Ragdi F Daye

    Puisi-puisi Surya Hafiz dan Ulasannya oleh Ragdi F Daye

    Puisi-puisi Surya Hafizh   beberapa nasihat ketika kamu memutuskan memiliki anak biarkan anak-anakmu bermain sebab tumpukan mayat boneka telah memenuhi rusuk kota selalu pastikan pintu dan jendela terkunci agar kucing tetangga tak memecahkan pot bunga atau meninggalkan bekas cakaran di kulit sofa ajari mereka cara mengikat tali sepatu atau menjerat leher dengan dasi kupu-kupu jangan…

  • Puisi-puisi Yudi Muchtar dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Puisi-puisi Yudi Muchtar dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Suatu Perjalanan yang Aku Lalui dengan Tidur kau tiba di tempatku bersama kenangan selalu aku ingat di ujung syakban, kau adalah seruan menarikku pada perjalanan jauh melintasi tiga puluh stasiun. di stasiun terakhir orang-orang akan terlahir kembali seperti bayi. kutatapi tingkah orang-orang di kendaraanmu tak semua menikmati perjalanan, satu-dua penumpang turun di sepuluh stasiun pertama,…

  • Puisi-puisi Eliza Nuzul Fitria dan Ulasannya oleh Dara Layl

    Puisi-puisi Eliza Nuzul Fitria dan Ulasannya oleh Dara Layl

    Terlelap Lautan Fatamorgana Duniawi Asmaraloka getarkan sukma menjelang Asing tersisa usang menjulang Pupuk-pupuk merah jambu makin menjamur bukan kepalang Cinta dunia, fana meleburkan pahala manusia-manusia yang rindu surga pun mendorong diri semakin jatuh ke jurang neraka Kitab suci di sudut meja, berdebu tak terbaca Gawai merusak mata, lebih dari setengah 24 jam berada dalam genggaman…

  • Cerpen “Impian Mattaya” Karya Bustin Buu dan Ulasannya oleh Azwar, M.Si.

    Cerpen “Impian Mattaya” Karya Bustin Buu dan Ulasannya oleh Azwar, M.Si.

    Impian Mattaya Cerpen oleh: Bustin Buu Rabu sore yang gerimis. Matta baru saja sampai di depan rumah setelah mengajar mengaji. Sepatunya kuyup setelah melewati rerumputan basah di sepanjang jalan dari jalan raya ke rumahnya. Lengan jaketnya yang bertabur bulir-bulir hujan ia seka perlahan. Angin bertiup kencang. Ranting-ranting surian dengan daunnya yang lebat sampai bergoyang-goyang dibuatnya. Udara…

  • Puisi-puisi Shofia Novelina dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Puisi-puisi Shofia Novelina dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Puisi-puisi Shofia Novelina Memoar Sang Edelweis Atma mengetuk ruang hampa itu Hari yang hilang kutemui satu persatu Malamku terjaga pada sujud panjang penggapai restu Aku menggantungkan harap hingga Tuhan menjawab lewat waktu Demi endelweis yang sejatiku melangitkan meski semesta tak membantu … Akara kurangkai membentuk kasih yang nyata Renjana menggapai pemilik cinta yang tidaklah buta…

  • Cerpen “Moza dan Ijah” Karya Hayat Mardhotillah dan Ulasannya oleh M Adioska

    Cerpen “Moza dan Ijah” Karya Hayat Mardhotillah dan Ulasannya oleh M Adioska

    Moza dan Ijah Cerpen:  Hayat Mardotillah Sore yang cerah, banyak anak-anak bermain ditaman. Ada yang bermain ayunan, ada yang saling berkejaran sambil tertawa dan ada yang bersepeda. Seru sekali anak-anak manusia ini. Sangat bahagia di samping ayah dan ibu mereka. Aku juga disini, tapi aku sendiri. Sepi. Aku menangis sedih, sudah berulang-ulang aku memanggil ibuku…