Tag: Kreatika
-

Cerpen “Ketika Uni Lia Pergi” Karya Ali Usman dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye
Cerpen: Ali Usman Angin Bukik Cubadak menyapu dingin bulu romaku. Daun-daun pohon duku berjatuhan menangis terlepas dari tangkainya. Suara gemericik air cucian Uni Lia mengikuti irama angin. Sisa gemericik air itu juga menemani jatuhan dedaunan pohon di depan rumah. Amak bergegas mandi ketika Uni Lia masih asyik menyuci pakaian. “Maan… Lakeh lah…! Pai ndak samo…
-

Cerpen Zikra Delvira dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
Di Piring Resepsi Cerpen: Zikra Delvira Lorong di kawasan pertokoan itu makin lengang. Beberapa penjaga toko nampak sudah mulai menyimpan barang dagangan, sebagian lagi menyapu-nyapu. Meski di kejauhan, jalan raya justru ramai suara lalu lalang kendaraan. Begitupun dengan gerobak-gerobak makanan kaki lima yang mulai didatangi pembeli. Sementara itu, di sebuah toko alat pertanian, seorang…
-

Cerpen “Bareh Randang” Karya Najla Syafira Rifki dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
Bareh Randang Cerpen: Najla Syafira Rifki Sang mentari mulai merangkak ceria. Cahaya merah merona menambah semarak irama pagi. Udara segar pagi menyapa cuping hidung semua orang. Nun dari jauh, Gunung Sago berdiri gagah menampakkan puncaknya di bawah biru langit Kota Payakumbuh. Sinar mentari yang menerpa kulit ikut membakar semangat dari pagi ke pagi lainnya bagi para pencari…
-

Puisi-puisi Fitria Sartika dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye
Bersama Malam Detak jarum jam yang berputar Menemani kesunyian di larut malam Suara jangkrik yang kian gusar Bagaikan irama nada tak beraturan Malam, temaniku tuk berjalan Melangkah menuju asa dan impian Terkadang lelah jua hinggapi Hingga rasa jenuh kadang hampiri Tapi…. Ada cinta dan cita yang ingin kuwujudkan Ada rindu yang bergelayut dalam angan Ayah dan…
-

Cerpen “Motor Tua Bapak” Karya Fatma Hayati dan Ulasannya oleh M. Adioska
Motor Tua Bapak Cerpen: Fatma Hayati Di tengah gelapnya malam, Bapak tak patah semangat mendorong motor bututnya yang pecah ban belakang. Tidak sekali dua kali motor tahun 90-an itu berulah saat bersama bapak. Kadang tanpa sebab dia mogok tiba-tiba dan kadang karena spare part–nya yang sudah harus diganti namun bapak tak kunjung punya uang yang cukup…
-
Puisi-Puisi Ali Usman dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye
Menulis Cinta Tak tuli hati berkata Aksara terangkai makna Lisan kelu berujar asa Hati rindu syahdu bahagia Munajat jiwa ya Rabbul’izzati Belajar makna cinta sejati Membangun cinta hakiki Berbuah pahala firdausi Menulis cinta suci ridho-Mu Mengharap ampunan ghafur-Mu Menuju berkumpul di syurga-Mu Mengharap ampunan rahmat-Mu Padang, 8 Desember 2015 Keinginan Waktu berlari tak kenal kompromi Masa muda pasti akan pergi Syahdu hangat rindu menanti Usia dewasa harap sukses diri Angin sesal sering mendera Kala usia senja di depan mata Ruang jiwa ringkih penuh noda Digulung lalai tikar nestapa Laju nakhoda lurus indah Mengarungi samudra susah payah Keinginan tekad jadi mujahadah Mereguk asa memeluk berkah Rindu berbalut harap wangi syurga Keinginan harap akhirat bahgia Arungi fana dunia ikhlas ceria Suka cita kelak di firdaus-Nya Padang, 2 Januari 2015 Rintihan Masjid Takbir menyeru kita setiap waktu Memanggil muslim mengadu Bersujud syukur ke haribaan-Mu Mengharap ridho dan rahmat-Mu Sudahkah kita melakukannya? Rintihan mesjid terkadang ada Mesjid rumah Allah tercinta Banyak umat abai dan lupa Bogor, 30 Mei 2018 Ali Usman, S.S., M.Pd. lahir di Padang, 25 Februari 1982. Memiliki satu…
-

Cerpen “Pulang” dan Ulasannya oleh M.Adioska
Pulang Cerpen: Abdurrahman Amato I “Kami belum mempunyai lowongan. Kami belum membutuhkan tambahan anggota!” Begitu kata lelaki pemilik toko kelontong itu kepada saya. “Tolonglah, Pak. Saya sangat butuh pekerjaan. Saya punya istri yang sedang hamil di rumah.” Saya memelas. “Itu bukan urusan saya. Kalau kau tidak punya pekerjaan, kenapa kau dulu kawin?” Kata lelaki…
-

Puisi-puisi Dian Fajrina dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye
Helikopter Bambu bak, ibu pertiwi terbelah jurang teramat dalam pendapat bersilangan tak berkesudahan anjungan mulai miring haluan tak tentu dermaga entah di mana bak, setiap kepala sudah lelah memutar otak awak kapal dan penumpang berjuang menambal dinding berlubang sementara pikiran penguasa teralihkan, bak sibuk mempersiapkan buritan tempat mendarat helikopter bambu hingga terlupa ada perut-perut lapar…
-

Cerpen “Awan Pilu” Karya Ulul Ilmi Arham dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
Awan Pilu Cerpen: Ulul Ilmi Arham Tangan Mara gemetar menerima amplop berwarna merah marun dari Sigit. Bagai disambar petir, ia kehilangan kata membaca nama lelaki itu yang tertulis di sampul depannya. Lebih pedih lagi, bukan namanya yang bersanding di situ, melainkan gadis lain yang entah siapa. Seingatnya, sahabat dekatnya itu tak pernah sekali pun menyebut nama gadis…
-

Puisi-puisi Fitria Kartika dan Ulasannya oleh Ragdi F.Daye
Puisi-pusi Fitria Kartika Menikmati Hujan Bersama Kalam Tuhan Rintik demi rintik hadir berjatuhan Denting-denting irama genteng bersahutan Payoda menyapa senja dengan sejuta kerinduan Lenyapkan resah gelisah bersama kucuran rahmat Tuhan Menjelang malam tiba menyapa Pejuang al-Qur’an masih mengeja kalam-Nya Sang balita mengeja Alif, Ba, Ta dengan terbata-bata Lantunan kalam Illahi beriringan dengan gemericik atmaja Sirami…