Tag: #Lastry Monica

  • Sebuah Nama Bagi Orangtua Zaman Kontemporer

    Sebuah Nama Bagi Orangtua Zaman Kontemporer

    Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah)   Mencari dan memadupadankan sebuah nama rupanya bukanlah perkara mudah. Seseorang membutuhkan banyak referensi untuk menemukan nama yang unik dengan makna yang baik. Sebagian besar orang tampaknya masih sepakat bahwa “nama adalah doa”, meskipun Shakespeare mempertanyakannya dengan berkata “apalah arti sebuah nama”. Suatu ketika, saya mencoba meminta rekomendasi nama kepada…

  • Insting Parental Tidak Hanya Milik Ibu

    Insting Parental Tidak Hanya Milik Ibu

    Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah)   Insting ibu atau keibuan adalah anggapan kuno yang perlu ditinggalkan. Sebab, insting parental atau insting orang tua tidak hanya terkait pada satu gender saja. Perempuan dan laki-laki sama-sama memiliki insting ini. Insting parental tidak muncul begitu saja, namun membutuhkan proses untuk mengaktifkannya. Mengalami masa mengandung selama sembilan bulan tidak…

  • Menyadari Keterbatasan Tidak Selalu Buruk

    Menyadari Keterbatasan Tidak Selalu Buruk

    Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah)   Seorang teman bercerita bahwa kemampuan menulisnya begitu-begitu saja. Bahkan terkadang ia merasa tulisannya semakin buruk dan terasa tidak enak dibaca. “Aku saja tidak tertarik membacanya, apa lagi orang lain?” tuturnya agak cemberut. Di waktu yang lain, seorang teman juga pernah mengeluhkan hal yang sama, namun di bidang yang berbeda.…

  • Cerita Pertama Kali Menyicip Kawa Daun

    Cerita Pertama Kali Menyicip Kawa Daun

    Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa hari lalu, saya bertemu cuitan di X yang oleh penggunanya terpikirkan tentang “Orang gila mana yang kepikiran bikin kopi dari biji kopi di eek luwak?” Cuitan itu pun ramai mendapat beragam komentar yang juga melontarkan pertanyaan senada. Misalnya, “Orang gila mana yang kepikiran bikin kopi dari daun kopi?”…

  • Meributkan Peran Economic Provider

    Meributkan Peran Economic Provider

    Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah)   Ketika perempuan menjadi seorang economic provider dalam keluarga, bolehkah ia hanya berfokus pada pencapain saja tanpa dibebani tugas mengurus yang lain? Sepertinya tidak. Ia tetap diposisikan sebagai pilar utama untuk mengasuh dan mengurus anak, membersihkan rumah, memasak, dan mencuci menyeterika. Bila pun ada, hal itu akan disertai bisik-bisik tetangga…

  • Perfect Days: Standar Bahagia dan Syukur yang Sederhana

    Perfect Days: Standar Bahagia dan Syukur yang Sederhana

    Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah) Hirayama melihat dunia dengan hatinya. Ia melihat detil-detil kecil sebagai sesuatu yang luar biasa. Darinya kita belajar bahwa perlu untuk meluangkan waktu dan mensyukuri detil kecil yang selintas terlihat tidak penting. Detil kecil itu baginya mewujudkan kegembiraan yang menenangkan. Selama dua jam, Perfect Days yang disutradarai oleh Wim Wenders ini…

  • Obrolan Perempuan Tidak Selalu Merumpi

    Obrolan Perempuan Tidak Selalu Merumpi

    Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah)   “Lah, emang cewe kalo lagi ngerumpi gak ngomongin cowo buncit? Jerawatan? Kelink? Pendek? Gaji kecil? Cowo broken home? Miskin?” tulis seseorang sebagai bentuk responsnya terhadap suatu hal yang dibahas di sebuah menfess. Seorang komika dalam salah satu siniarnya berkata bahwa ia melihat fisik perempuan dari mata kakinya. Apabila mata…

  • Merekomendasikan Cerita Anak Kepada Anak-Anak

    Merekomendasikan Cerita Anak Kepada Anak-Anak

    Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah)   Lebaran kali ini ada kesan tersendiri bagi saya yang berbeda dari lebaran sebelum-sebelumnya. Sebagian dari libur lebaran berisi pertemuan saya dengan kakak beradik perempuan yang suka membaca. Mereka begitu lahap membaca buku. Tidak seperti saya yang tergolong pembaca yang lambat. Ketika seumuran mereka, saya tidak pernah bertemu orang dewasa…

  • Serbuan DM Antarpertemanan

    Serbuan DM Antarpertemanan

    Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saya memiliki seorang teman yang bisa dibilang cukup rutin mengirimi saya pesan via aplikasi Instagram. Pesan tersebut biasanya ia kirim pada waktu tertentu, yaitu di waktu pagi setelah salat Subuh, di waktu siang saat istirahat kerja, dan di malam hari saat bersantai sebelum tidur. Dosis pesan yang saya terima…

  • Pendidikan: Perjuangan Pertama Mohammad Natsir

    Pendidikan: Perjuangan Pertama Mohammad Natsir

    Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah)   Mohammad Natsir merupakan seorang pejuang kemerdekaan yang lahir pada 17 Juli 1908. Lahir di tahun tersebut membuatnya tumbuh di bawah pemerintahan kolonial Belanda dan diwarnai berbagai pergolakan, termasuk PRRI di kampung halamannya sendiri. “Perjuangan” pertama Natsir dilakoninya ketika berusia 7 atau 8 tahun. Ketika itu perjuangannya belum mengacu pada…