Tag: #Lastry Monica

  • When Marnie Was There: Pertemuan dan Penerimaan

    When Marnie Was There: Pertemuan dan Penerimaan

    Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah)   When Marnie Was There dapat dikatakan agak berbeda dari film-film besutan Ghibli lainnya yang kental akan kisah fantasi. Film ini lebih mengedepankan unsur melodrama psikologis yang diangkat dari novel berjudul sama karya Joan G. Robinson. Film yang disutradarai oleh Hiromasa Yonebashi ini terasa lebih tenang dan melankolis meskipun tetap…

  • Pengaruh Baik dalam Perteman

    Pengaruh Baik dalam Perteman

    Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah)   “Akhirnya aku menjadi orang yang tegaan,” tulis salah seorang teman di sebuah grup pertemanan kami. Awalnya saya agak kebingungan tentang apa yang ia maksud ‘tega’. Sebab, tidaklah mungkin teman saya ini menjadi orang tanpa belas kasihan. Lalu ia menjelaskan bahwa ia baru saja bertindak tidak seperti dirinya yang biasanya,…

  • Dongeng-Dongeng Lawrence Schimel untuk Penulis

    Dongeng-Dongeng Lawrence Schimel untuk Penulis

    Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah)   Kumpulan Dongeng untuk Penulis adalah buku yang amat tipis. Keseluruhan buku dongeng karya Lawrence Schimel ini hanya berjumlah 37 halaman. Meski tipis, buku ini terdiri dari 13 macam dongeng seputar dunia penulisan dan penerbitan. Tiap judul juga berbentuk tulisan yang amat pendek, yaitu hanya 2 hingga 3 halaman. Akan…

  • A Feminist Manifesto: Catatan Singkat Perihal Feminis

    A Feminist Manifesto: Catatan Singkat Perihal Feminis

    Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah)   “Tentu saja saya seorang manusia, tetapi ada hal-hal khusus yang terjadi pada saya karena saya adalah perempuan,” tegas Chimamanda Ngozi Adichie ketika teman lelakinya mempertanyakan mengapa ia mengidentifikasikan diri sebagai wanita,mengapa tidak sebagai manusia saja. Buku A Feminist Manifesto: Kita Semua Harus Menjadi Feminis karya Chimamanda Ngozi Adichie menjelaskan…

  • The Boy and The Heron: yang Berakhir dan yang Bermula

    The Boy and The Heron: yang Berakhir dan yang Bermula

    Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah)   The Boy and The Heron adalah salah satu film yang saya nanti-nantikan sudah sejak lama. Hingga akhirnya, setelah menunggu lebih dari setengah dekade, film yang digadang-gadang sebagai karya terakhir sang maestro Hayao Miyazaki ini tayang juga. Miyazaki dengan mahir menggabungkan unsur-unsur realisme dengan elemen-elemen fantasi yang menonjol. Hal ini…

  • Only Yesterday: Sisi Kanak-Kanak yang Terluka

    Only Yesterday: Sisi Kanak-Kanak yang Terluka

    Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah)   Only Yesterday film yang mengisahkan seorang anak perempuan bernama Taeko Okajima. Di dalam film, ada dua versi Taeko yang ditampilkan, yaitu Taeko dewasa berusia 27 tahun dan Taeko muda berusia 10 tahun. Keduanya saling terhubung. Pasalnya, Taeko dewasa yang telah berusia 27 tahun selalu membawa serta dirinya ketika masih…

  • Ibu Rumah Tangga Bukan Beban

    Ibu Rumah Tangga Bukan Beban

    Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu hari saya tercenung mendapati unggahan cerita di akun media sosial seorang teman yang berguyon bahwa dirinya hanyalah beban untuk suaminya. Ia berkata demikian karena dirinya berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan suaminya yang bekerja. Profesi “ibu rumah tangga” ia pelesetkan menjadi “beban suami” dan diakhiri dengan emotikon tertawa…

  • Label Lelaki Plastik

    Label Lelaki Plastik

    Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah) Ketika pelesiran di media sosial, terkadang membuat kita tersesat ke konten yang bisa jadi tidak kita minati. Akan tetapi, begitulah algoritma media sosial dengan cara kerja yang agak membingungkan. Suatu kali, ketika asyik menggulir-gulir layar telepon pintar, saya berhenti di sebuah konten yang membandingkan atlet sepak bola dengan idola K-pop…

  • Pelecehan Berkedok Komedi

    Pelecehan Berkedok Komedi

    Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah)   Ketika sedang asyik berkeliling di Twitter, seringkali di waktu-waktu tertentu isinya dominan seputar film Indonesia yang sedang tayang dan begitu booming. Tidak sedikit cuitan dan utas yang mengulas film-film tersebut. Uniknya, ulasan itu seringkali hanya berisi pujian-pujian terkait seberapa bagus dan seberapa harus film karya anak bangsa itu ditonton.…

  • Bapak, Tongkrongan, dan Anak-Anak

    Bapak, Tongkrongan, dan Anak-Anak

    Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah)   Menjelang akhir pekan ini, salah satu unggahan menfess di Twitter_eh, maksudnya X_cukup ramai menarik perhatian warganet. Pasalnya, unggahan tersebut menampilkan cuplikan video dengan situasi yang memang terbilang langka terjadi di sekitar kita. Dalam video itu tampak lima orang bapak-bapak paruh baya yang tengah nongkrong sambil ngopi. Tiga di antaranya…