Tag: #Lastry Monica

  • Mengobrolkan “Sampai Jadi Debu”

    Mengobrolkan “Sampai Jadi Debu”

    Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah) “Sampai Jadi Debu” adalah salah satu lagu dari Banda Neira yang menurut saya begitu romantis. Bila didengarkan, lagu ini berlangsung cukup lama, yaitu sekitar 6 menit 48 detik. Meskipun tergolong lama, lagu ini justru memiliki lirik yang singkat dan sederhana. Lagu yang turut serta menampilkan gubahan musik dari Gardika Gigih…

  • Suatu Hari di Sekolah

    Suatu Hari di Sekolah

    Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah) Suatu hari sewaktu di Sekolah Menengah Pertama, kami para siswi dikumpulkan untuk mendapat penyuluhan. Ketika itu, kami berkumpul di musala sekolah karena sekolah itu tidak memiliki aula khusus untuk mengadakan pertemuan selain musala dan lapangan terbuka untuk upacara. Sedari istirahat kedua, sekolah kami memang seperti kedatangan tamu. Beberapa wanita paruh…

  • Princess Mononoke: Feminitas yang Liar dan Ganas

    Princess Mononoke: Feminitas yang Liar dan Ganas

    Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah)   Tampaknya tidaklah keliru bila mengatakan film-film animasi Studio Ghibli didominasi oleh protagonis anak perempuan hingga perempuan muda. Sebut saja Only Yesterday, The Secret Life of Arrietty, The Cat Returns, Kiki’s Delivery Service, Princess Mononoke, dan masih banyak lagi film-film lainnya dengan protagonis seperti yang disebutkan. Selain didominasi protagonis anak…

  • Yukichi Si Kucing Rumah Tangga

    Yukichi Si Kucing Rumah Tangga

    Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir-akhir ini ada anime baru yang cukup menarik perhatian saya. Anime tersebut berjudul Dekiru Neko wa Kyou mo Yuuutsu atau Dekineko (The Masterful Cat Is Depressed Again Today). Saat ini, anime tersebut masih on going dan baru tayang sampai episode 2 dari 13 episode. Lalu, apa yang menarik dari…

  • Karena Kamu Adalah Perempuan!

    Karena Kamu Adalah Perempuan!

    Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah)   “Jangan jadikan ‘karena kamu adalah perempuan’ sebagai alasan untuk apapun. Jangan pernah.” Tegas Chimamanda Ngozi Adichie lewat bukunya yang berjudul A Feminist Manifesto. Andai orang tua kita membaca buku yang cukup kecil dan tipis ini, mungkin saja mereka tak akan pernah menerapkan ‘peran gender’ yang amat timpang antara anak…

  • Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

    Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

    Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah) Pada tahun 1326, perempuan penyihir diburu dan dibantai secara sistematis. Hal itu dilakukan selama empat abad hingga korban diperkirakan mencapai 100.000 nyawa. Penyihir di awal Abad Pertengahan sebetulnya berkaitan dengan peramuan obat-obatan dengan tumbuh-tumbuhan. Akan tetapi Raja Clovis di masa itu melarangnya dan memberi hukuman. Setiap orang yang dicurigai diadili…

  • Mengetuk Pintu

    Mengetuk Pintu

    Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah)   Sebagian orang telah menemukan pintunya. Pintu itu terbuka dan ia masuk ke dalamnya. Sebagian lagi sedang mengetuk pintu dan menunggu pintu itu terbuka. Sebagian lainnya pula, sedang mencari pintu untuk ia ketuk lagi setelah pintu-pintu sebelumnya tidak terbuka untuknya. Bagaimana denganmu? Setiap orang mungkin memiliki pintu yang ia suka.…

  • Mengubah Rute

    Mengubah Rute

    Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah)   Sering kali, bila hendak menuju suatu tempat, kita menyadari bahwa rute menuju tempat tersebut tidak hanya satu. Hal ini sering kali saya jumpai ketika hendak bepergian. Biasanya, di antara beberapa rute yang direkomendasikan oleh Google Map, saya memilih rute yang paling mudah dan tidak terlalu banyak persimpangan. Adakalanya pula,…

  • Menonton Otto Membaca Ove

    Menonton Otto Membaca Ove

    Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah)   Otto dan Ove adalah pria yang sama. Pria tua kesepian, penggerutu, terlalu perfeksionis, dan berpendirian teguh. Setidaknya ada sebagian tetangga pria itu yang menilainya begitu. Tentu, penilaian itu hadir karena mereka tak teralu mengenalnya. Saya sendiri lebih dulu mengenal Otto. Sepanjang melihatnya, jarang sekali ia tersenyum (bila tidak mau…

  • Hati-Hati dengan Netizen Indonesia

    Hati-Hati dengan Netizen Indonesia

    Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah)   Warganet atau yang juga dikenal dengan netizen Indonesia memang luar biasa. Kebiasaan mereka bermain di media sosial tak bisa dipandang sebelah mata saja. Meskipun netizen Indonesia juga dikenal dengan sikapnya yang kurang sopan di jagat media sosial, tetapi nyatanya tak selalu begitu. Mereka punya andil ke arah perubahan. Sebut…