Tag: Linda Tanjung
-

Cerpen “Ipen” Karya Linda Tanjung dan Ulasannya oleh Azwar
Oleh Linda Tanjung Tangannya lurus ke depan sampai sebatas bahu, sejajar dengan kaki kirinya. Kakinya pun mengikuti gerak tangannya. Satu persatu langkah kakinya berjalan seiringan namun tangan dan kaki tidak berlawanan seperti jalannya kaki orang normal. Tangan kanan sejalan dengan kaki kanan, tangan kiri sejalan dengan kaki kiri, dan tanganpun ayunannya sejajar bahu.…
-

Puisi-Puisi Linda Tanjung dan Ulasannya oleh Ragdi F Daye
Puisi-puisi Linda Tanjung Merdeka Berpuisi Asap menembus rongga dadaku merayapi indra penciuman ini kutangisi puisi dengan aroma asap mengepul membuat diri ini terpenjara, sesak Saat aku mencintai puisi nan meyejukkan jiwa Mereka berpuisi dengan aroma mengepul Aku terpenjara di tengah asap yang menjajah Sungguh aku ingin merdeka Menikmati puisi, merasakan damainya puisi Meski kadang takut…
-

Cerpen “Sawah Terakhir” Karya Linda Tanjung dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
Sawah Terakhir Cerpen: Linda Tanjung Butiran padi itu berwarna kuning keemasan bersih. Menantang sinar matahari dengan sombongnya sehingga mata menjadi silau. Jutaan bulir itu menyerang semen yang menjadi wadah heler ini, sehingga tidak ada sedikit ruang pun yang tidak tertutupi oleh panen ruahnya. Lapangan yang luasnya 50 X 50 meter dipenuhi padi yang bangga…
-

Puisi-puisi Linda Tanjung dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye
Ah, Sudahlah! Mereka yang bersinar bisa kehilangan cahaya Mereka yang berbudi bisa kehilangan nurani Mereka yang berbakat bisa kehilangan adab Mereka yang berani bisa jadi mati suri Semua karena tahta Semua karena cinta Semua karena kuasa Semua karena wanita Semua karena harta Semua karena dunia Padahal maya adanya Nurani lari dari hati Jiwa lari dari…
-

Cerpen “Suluh Jo Siampa” Karya Linda Tanjung dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
Suluah Jo Siampa Cerpen : Linda Tanjung Hujan rintik-rintik membasahi bumi. Dedaunan merasakan kedinginan ditimpa hujan dan malu-malu meneteskan airnya. Rintikan hujan itu seperti tangisan yang tak pernah reda. Menghantui jiwa yang lemah karena dendam angkara Ilham menarik selimutnya semakin dalam, malam yang dinginpun telah melelapkannya setelah seharian berjibaku di kampusnya. Laptop, diktat, flashdisk dan ponselnya berserakan di…
-

Puisi-puisi Linda Tanjung dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye
BOM Bila orang teriak Pancasila? Saat Negara terguncang keseragaman Ketakutan akan kebenaran Ketakutan akan kedok keniscayaan, terkuak Duarrr!!! Orang pun berujar, semua Pancasila!!! Demi NKRI Berjaya BOM sebagai penanda yang tak berPancasila Sila kedua yang terurai antara serpihan daging, darah Kemanusiaan yang beradab hilang atas nama BOM Apa itu BOM? Bersedia mati Orang tak…