Tag: #Ragdi F. Daye

  • Puisi-puisi Karya Rozi Erdus dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Puisi-puisi Karya Rozi Erdus dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Danau Singkarak Sibak sore tak tahu malu, Kali ini riak dan derak ombak memecah Derak kulit pensi terpijak, menandakan rindu nan pecah. Igau si pencari pensi nan terlampau oleh sebab garis pantai kian ke dalam. Ah, payah. Payah sekarang. Apung jala meriap disapu pelan riak, Sampan dan Mak Itam tampak menyatu seperti kenyataan yang penuh…

  • Puisi-puisi Maulita Dwi Cahya dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Puisi-puisi Maulita Dwi Cahya dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Sebuah puisi akan memunculkan keragaman makna karena setiap pembaca akan memiliki pemaknaan yang berbeda. Alat utama dalam memaknai puisi adalah perasaan. Tarigan (1985) menyatakan satu-satunya tolok ukur dalam memaknai puisi adalah ‘rasa’. Meskipun begitu, untuk memahami puisi perlu dianalisis berdasarkan unsur-unsur pembentuknya baik unsur internal, maupun unsur eksternal. Struktur eksternal puisi terdiri atas imaji, diksi, kata…

  • Puisi-puisi Abiyyu dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Puisi-puisi Abiyyu dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Puisi Cyberpunk/Mungkin/Kemungkinan (yang Sungguh Sok Tahu) Biarlah arak tetap arak Suaranya manis, aku terbual/terbuai/terbang/terbuang Biarlah merah tetap merah Boleh saja dia darah/marah/berhenti/mati Biarlah kalah tetap kalah Mereka hanya ingin mabuk/khusuk/ketawa/merdeka Biarlah rembulan tetap rembulan Dinaunginya tiap tiap suara yang keluar di pagi buta/lupa/hening/bising Biarlah mata tetap mata Ada ribuan kebenaran yang kulihat tiap kali kucungkil…

  • Puisi-puisi Meiji Syahrul dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Puisi-puisi Meiji Syahrul dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Sajak Ibu   Tungku itu ialah lembaran-lembaran tempat kau menanak puisi. Dan puisi ialah siang dan malam yang kau sajikan pada tubuh anak-anakmu yang kurus. Tidak apa-apa rusukmu hilang satu untuk semangkuk sayur lode, ikan asin dan sambal jelantah bakal sahur, katamu. Betapa aku membenci kebohongan dari bibirmu dan telingamu yang tuli itu, ibu. Di penghujung…

  • Puisi-puisi R.S. Mila dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Puisi-puisi R.S. Mila dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Pada dasarnya, menulis puisi adalah mengekspresikan pengalaman batin dengan media kata-kata. Pengalaman yang diekspresikannya itu bisa berupa pengalaman hubungan manusia dengan Tuhan, dengan dirinya sendiri, dengan sesama manusia, atau hubungan manusia  dengan alam. Menulis puisi merupakan sebuah kegiatan ruhani, yang mengekspresikan  hubungan manusia dengan segala hal, baik secara fisik maupun metafisik (Maulana, 2012).

  • Puisi-puisi Oli Novedi Santi  dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Puisi-puisi Oli Novedi Santi dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Puisi adalah karya sastra yang sangat bermanfaat sebagai sarana ekspresi diri. Melalui puisi, seseorang dapat mencurahkan perasaan atau pemikirannya dengan menggunakan simbol-simbol tertentu untuk menghasilkan suatu pemikiran yang mendalam. Pendapat ini diperkuat oleh kritikus sastra dan analis puisi Rachmat Djoko Pradopo dalam buku Pengkajian Puisi. Pradopo mengatakan bahwa sesuatu dalam karya sastra dapat dikatakan bersifat…

  • Puisi-puisi William Joui R dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Puisi-puisi William Joui R dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Pradopo (2009) mengatakan bahwa penyair hendak mencurahkan perasaan dan isi pikirannya dengan setepat-tepatnya seperti yang dialami batinnya melalui kata-kata yang dipilih untuk mewakili gagasan yang disampaikan atau menggunakan diksi. Diksi adalah pemilihan kata-kata yang memiliki kedudukan sangat penting dalam puisi. Bahasa merupakan salah satu unsur terpenting dalam sebuah karya sastra (Nurgiyantoro, 2010:272). Bahasa dalam seni sastra tersebut dapat disamakan dengan…

  • Puisi-puisi Vania Kharizma dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Puisi-puisi Vania Kharizma dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Pada edisi kali ini, Kreatika memuat tiga puisi karya Vania Kharizma. Ketiga puisi tersebut berjudul “Ketika Kita Saksikan Saudagar Mengurut Perut di Waktu Iftar”, “seperti: Aku adalah Butir di Tengah Megah Sulaiman”, dan “Mereka Cuma Memoles Ramadan”. Puisi-puisi Vania memiliki struktur fisik berupa klausa-klausa panjang yang meliuk-liuk, seperti layang-layang di perayaan musim panen. Puisi-puisi yang…

  • Puisi-puisi Novi Handra dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Puisi-puisi Novi Handra dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Di dalam konteks kehidupan Islami, manusia diberi waktu untuk beribadah kepada Sang Pencipta, Allah SWT,“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56). Menyembah Tuhan dimaknai dengan tindakan beribadah, sebagai wujud dari melaksanakan perintah dan menjauhi larangan. Mengisi waktu dengan membaca huruf-huruf kitab suci untuk menambah ilmu pengetahuan dan meningkatkan…

  • Puisi-puisi Djoe HT Bagindo dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Puisi-puisi Djoe HT Bagindo dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Kenangan Yang tak pernah aku lupa ketika warna jingga menghiasi langit di belakang rumah kita Ada mimpi yang kita bisikkan dalam tiap helaan napas doa Seperti lafal puisi kelak akan kita tampilkan di hadapan Ilahi Tetapi kini cerita telah berbeda Tak ada lagi senja karena ia telah kau bawa bersama secangkir mimpi dan aku hanya menyimpan puisi dalam kenangan…