Tag: #Ria Febrina
-

Berkunjung ke Gedung Agung, Istana Kepresidenan Yogyakarta
Oleh: Ria Febrina (Dosen Program Studi Sastra Indonesia Universitas Andalas dan Mahasiswa Program Doktor Ilmu-Ilmu Humaniora Universitas Gadjah Mada) Setelah tiga tahun tinggal di Yogyakarta dan berulang kali ke Malioboro, ada satu gedung yang menjadi perhatian saya. Istana Kepresidenan Yogyakarta. Masuk ke sana tidak semudah mengunjungi Museum Vredeburg atau Museum Sonobudoyo. Tidak ada jadwal…
-

Negasi Berpasangan dalam Bahasa Indonesia
Oleh: Ria Febrina (Dosen Prodi Sastra Indonesia Universitas Andalas dan Mahasiswa Program Doktor Ilmu-Ilmu Humaniora Universitas Gadjah Mada) Joko Anwar hadir dengan mengenakan baju hitam. Ia tidak datang sendiri, melainkan juga didampingi beberapa orang. Kalimat ini merupakan salah satu kutipan dari akun TV One News di media sosial X pada Kamis, 22 Agustus 2024…
-

Mengenal Tanda Petik Tunggal
Oleh: Ria Febrina (Dosen Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas dan Mahasiswa Program Doktor Ilmu-Ilmu Humaniora Universitas Gadjah Mada) Ada salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia yang menarik untuk diperhatikan ketika berbicara. Menggerakkan kedua jari tangan (jari telunjuk dan jari tengah) sembari berkata “Dalam tanda petik ya!”. Salah satu contoh kalimat dapat dilihat…
-

Bikin Bakpia di Teras Malioboro
Oleh: Ria Febrina (Dosen Program Studi Sastra Indonesia Universitas Andalas dan Mahasiswa Program Doktor Ilmu-Ilmu Humaniora Universitas Gadjah Mada) Yogyakarta kaya iven budaya. Karena rajin menyimak akun-akun Instagram Yogyakarta, seperti @wonderfuljogja, @jogjainfo, @jogja.istimewa, @jogjaku, dan @jogja, saya bisa mengikuti iven-iven yang diadakan di Yogyakarta. Kalau dikilas balik, iven-iven tersebut sambung-menyambung sehingga rasanya hampir setiap…
-

Sebuah Filosofi Dibalik Pendirian Museum Memorial Jenderal Besar H. M. Soeharto
Oleh: Ria Febrina (Dosen Program Studi Sastra Indonesia Universitas Andalas dan Mahasiswa Program Doktor Ilmu-Ilmu Humaniora Universitas Gadjah Mada ) Mikul Dhuwur Mendhem Jero ‘Mengangkat kebaikan seseorang setinggi-tingginya dan menyembunyikan keburukan seseorang sedalam-dalamnya’ Setidaknya filosofi yang pernah dipopulerkan oleh Presiden Kedua Republik Indonesia, Presiden Soeharto ini, dikutip juga oleh Kepala Museum Memorial Jenderal Besar H.…
-

“Ke Hadirat” dan “Kehadiran”
Suatu hari ketika membaca “Kata Pengantar” dalam sebuah skripsi, saya menemukan kata kehadiran. Kata ini ditujukan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Berikut kalimat yang terdapat dalam bab tersebut. Puji syukur kami ucapkan atas kehadiran Tuhan Yang Maha Esa …. Dalam KBBI Edisi VI (2024), kata kehadiran bermakna ‘perihal hadir; adanya (seseorang, sekumpulan orang) pada suatu…
-

Debay, Sufor, dan Bapil sebagai Singkatan Baru
Ada yang menarik ketika saya menonton video yang diunggah oleh akun Gilbhas (@gilbhas) di Instagram. Seorang laki-laki mencatat sekumpulan singkatan dan akronim dalam bahasa Indonesia yang diperolehnya selama menjadi seorang suami dan juga seorang ayah. Kosakata yang dimaksud adalah paksu, debay, DSA, tumgi, bapil, DBF, biput, sufor, bamer, baput, bumtik, prohe, prona, BLW, dan GTM.…
-

Yogyakarta dan Kafe di atas Puncak
Oleh: Ria Febrina (Dosen Program Studi Sastra Indonesia Universitas Andalas dan Mahasiswa Program Doktor Ilmu-Ilmu Humaniora Universitas Gadjah Mada) Sebagai pendatang di Kota Yogyakarta yang sudah menetap selama tiga tahun, akhirnya saya menyadari bahwa cerita wisata di Yogyakarta mulai berubah. Dulu sebelum saya ke Yogyakarta, orang-orang menceritakan segudang kisah kenangan di Jalan Malioboro, Titik…
-

Susyi, Kimci, Piza, dan Kuliner Khas dari Negara Lain
Saat jalan-jalan ke mal, kita pasti dengan mudah menemukan sushi, kimchi, pizza, dan sejumlah makanan khas dari negara lain. Hampir semua nama makanan asing tersebut ditulis sama persis dengan bahasa asalnya. Namun, pernahkah teman-teman penasaran, seperti apa KBBI merekam kosakata mengenai makanan dari negara-negara tersebut? Saya mencoba membuka KBBI daring. Saya mengetikkan kata sushi, tetapi…
-

Ke Bandung Lagi: Dulu ke Dago, kini ke Braga
Oleh: Ria Febrina (Dosen Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas dan Mahasiswa Program Doktor Ilmu-Ilmu Humaniora Universitas Gadjah Mada) Entah kenapa, beberapa hari ini saya dan keluarga membicarakan Kota Bandung. Barangkali karena orang tua ingin ke sana, akhirnya kami membicarakan kota kembang ini. Bandung dalam ingatan saya terekam berangka tahun 2006. Saya mengunjungi Bandung bersama…