Tag: #Rilen Dicki Agustin

  • Puisi-Puisi Rilen Dicki Agustin

    Puisi-Puisi Rilen Dicki Agustin

    Tungau di Media Sosial terkadang kita menjadi tungau setelah berisik di media sosial menggigit diri kita sendiri 2022   Tungau Mati tuan meneteskan racun ke air dan tungau menduga minumannya selepas makan lontong cubadak pagi ini mampus malang betul nasibmu tungau tetapi tidak mengapa sebab kamu tidak tahu bahwa yang diminum adalah racun tentu ini…

  • Puisi-Puisi Rilen Dicki Agustin

    Puisi-Puisi Rilen Dicki Agustin

    Jogging dengan Gawai Lebih Asyik :Del setiap sabtu minggu orang-orang jogging di tepi pantai di tempat-tempat yang nyaman, sementara kau cukup saja di atas kasur berlari di antara aplikasi-aplikasi gawai sembari tangkapan layar status WhatsApp dan Instagram para sahabat, lalu menghitungnya sebagai penanda telah jogging di atas kasur apa yang sebenarnya kau cari? tanyaku ketika…

  • Puisi-Puisi Rilen Dicki Agustin

    Puisi-Puisi Rilen Dicki Agustin

    Hanya Ada Saya di Jalanmu : May seperti inilah jalan di hatimu, sayangku sepi berlubang berkelok-kelok dan sayalah satu-satunya pengendara di sana. kamu tahu mengapa hanya saya yang ada di sana? ya, tentu tahu, kau ‘kan pengendara yang ulung suka menjelajahi satu daerah ke daerah lain biarpun batu harapan sering pecah dalam pikiran kau sendiri,…

  • Puisi-puisi Rilen Dicki Agustin

    Puisi-puisi Rilen Dicki Agustin

    Sawah dalam Lambung : hari tani nasional 24 September I. dalam lambung petani, sawah selalu kelaparan akan ditumbuhi padi dan bunyi mesin tapi bisakah orang-orang sadar selepas perutnya kenyang ada tangis darah para petani dalam lambungnya? II. sawah dalam lambung petani adalah kehidupan, tapi malah dianggap halu : kok bisa, sih? tanya tikus ya, bisa.…

  •  Satu Mata, Mata Hati Ibu

     Satu Mata, Mata Hati Ibu

    Cerpen: Rilen Dicki Agustin Ibuku ialah seorang petani. Petani yang hanya memiliki sepetak sawah. Sepetak sawah itulah penghidupan bagi keluarga, yaitu aku, Rania, dan ibu. Maka tak heran, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ibu juga pergi ke sawah orang, menjadi buruh. Kadang aku kasihan dengan ibu, sebab sejak aku masih  usia tujuh tahun, adikku Rania lima…

  • Puisi-Puisi Rilen Dicki Agustin

    Puisi-Puisi Rilen Dicki Agustin

    Hobi, Caraku Melupakanmu katamu, kopi benar-benar membuatku menomorduakanmu tetapi, aku merasa tidak menomorduakanmu aku cuma melupakanmu karena setiap cemburu pada hobiku malah membuatku lupa bagaimana caranya lagi mencintaimu tanpa dinding alibi bahkan tulang daun tulang punggung sudah sama saja semua sama, kecuali hobiku itu tanyaku, “apakah kamu pecinta kopi?” “aku tidak mencintai kopi, aku mencintaimu,”…

  • Puisi-Puisi Rilen Dicki Agustin

    Puisi-Puisi Rilen Dicki Agustin

    kota tulang punggung kita? di kampung yang kita tinggal, sepi adalah buahnya. di kota yang kita pijak, kesepian adalah hasilnya. kita telah mencintai kota sebagai tulang punggung, sementara anjing-anjing di kampung mati kelaparan. kelaparan apakah kita pernah mengingat sepi tentang kampung? juga tentang kelaparan para anjing-anjing itu? atau, hanya memikirkan kesepian tentang kota dan nasib…

  • Puisi-puisi Rilen Dicki Agustin

    Puisi-puisi Rilen Dicki Agustin

    Mau Menjadi Penyair atau Penguasa? aku mencari kebahagiaan di antara kebahagiaan para penyair yang sedang duduk menikmati kopi, menikmati luka dengan sebatang rokok yang mengepul asap masuk dalam rongga dada dan menyemak di kepala, semak itu ialah kumpulan kata-kata raja dirangkai menjadi doa, jadi uang, jadi masalah yang tetap akan membawa masalah, tak ada masa…

  • Puisi-puisi Rilen Dicki Agustin

    Puisi-puisi Rilen Dicki Agustin

    Memasak Kopi Cinta   Pagi-pagi, aku sudah menangis melewati pancuran Memasak air untuk segelas kopi di bola mata yang kantuk Karena cinta yang hitam berujung tragis kepada kepahitan Yang membentur remuk di kepala   Namun, cinta yang manis tetap berbuah manis Walaupun kopi cinta menghasilkan kata pahit Kata pahit itu murni tanpa gula Kopi cinta…

  • Pernyataan Berbuntut Satire

    Pernyataan Berbuntut Satire

    Oleh: Rilen Dicki Agustin (Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia Universitas Andalas) Berbicara perihal satire, kata ini tentu tidak terdengar asing lagi di telinga kita. Sebab banyak sekali hal yang berbau satire kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Satire berupa sindiran atau ejekan yang sudah menjadi hal biasa kita lakukan. Satire adalah hal yang berterima dalam ujaran namun…