Tag: #Salman Herbowo
-

Iklan 1941: Seruan Masyarakat Koerai untuk Mendukung Usaha Lokal
Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Winkel kereta angin dan gramofon milik Marzoeki St. Maradjo, yang berlokasi di Fort de Kock (Bukittinggi), telah menjadi pusat perhatian masyarakat pada masanya. Bagi mereka yang memerlukan perbaikan kereta angin atau gramofon, toko ini memberikan layanan terbaik dengan sentuhan lokal yang kuat. Menariknya, usaha ini bukan sekadar tempat memperbaiki…
-

Berkemas Buku dan Tertawa di Tengah Debu
Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Pindahan selalu menyimpan kejutan-kejutan tak terduga, namun yang paling berkesan adalah saat harus berkemas buku. Siapa sangka, tumpukan buku yang selama ini tertata rapi di rak bisa menjadi tantangan tersendiri saat harus dipindahkan. Beberapa buku yang telah lama tersembunyi di sudut rak bahkan mulai berdebu, seolah menjadi artefak yang…
-

Sepiring Gulai, Seuntai Kenangan
Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Beberapa hari lalu, saya bertemu dengan teman lama dari sekolah dasar. Pertemuan awalnya sekadar ngopi santai, berubah menjadi ajang nostalgia seru penuh tawa. Cerita demi cerita meluncur seperti kopi yang baru dihidangkan, hangat dan penuh kenangan. Tak ada yang dapat menggantikan momen sederhana itu, menu yang dipesan jadi penggiring…
-

Introspeksi Diri: Dari Nasi Ke Hati
Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) “Bayangkan jika sisa makanan dan minuman itu bisa bicara dan menuntutmu di pengadilan! Sebutir nasi yang ditinggalkan akan menangis sambil berkata, ‘Kenapa aku tidak dimakan?’ dan seteguk minuman yang tidak dihabiskan akan marah, ‘Aku juga bagian yang harus diselesaikan!” Itulah yang nenek katakan, dan meskipun terdengar dramatis, siapa yang…
-

Sedikit Demi Sedikit, Lama-lama Jadi Rumit
Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Ada satu kebiasaan yang sering menjebak kita, yaitu menunda-nunda pekerjaan. Pekerjaan yang awalnya sepele ditunda dengan harapan nanti dapat diselesaikan. Hari pun berganti, pekerjaan pun bertambah, dan terasa semakin berat saja. Tanpa disadari akan “meledak” dan membuat kita sesak. Tidak salah kiranya bahwa hal paling rumit itu menyelesaikan pekerjaan…
-

Ketika Paket Data Lebih Mengenyangkan: Sebuah Renungan
Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Saya pernah melamun memikirkan dunia tanpa internet. Mungkin seperti sedang terombang-ambing di lautan tanpa kompas. Tak ada peta digital dan koneksi instan yang memudahkan. Atau bisa juga saat jaringan internet terputus sejenak, bisa berakibat status daring terhenti, pekerjaan terbengkalai, dan hiburan menguap seketika. Seperti kisah horor, kita berada di…
-

Lebih dari Kafein: Cerita dari Kopi Pergaulan
Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Kata teman saya, kopi pergaulan sudah menjelma menjadi ritual harian yang tak terelakkan. Ini bukan sekadar tentang sebuah minuman, tapi lebih tentang ajang sosialisasi modern yang penuh dengan mini drama. Mulai dari obrolan krisis global hingga menakar politik ideal, semua seolah serius dibahas. Kalau dulu mungkin dikenal istilah “kopi…
-

Usaha dan Keberhasilan: Pelajaran dari Pelajar hingga Penulis
Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Dalam keseharian, mungkin kita sering diingatkan bahwa segala sesuatu jarang datang dengan percuma. Boleh jadi yang datang percuma itu juga hal yang cuma-cuma saja, nirfaedah begitu kata teman menjelaskannya. Mengharapkan sesuatu tanpa usaha akan membuat kita malas dan tidak berkembang. Saya teringat istilah “setiap usaha akan ada hasilnya”, karena…
-

Disiplin Sehat: Menuntaskan Obat untuk Sembuh Sempurna
Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Setiap kali saya berobat ke dokter dan mendapatkan resep, ada satu kebiasaan buruk yang sulit saya tinggalkan: tidak menyelesaikan obat ketika merasa sudah sembuh. Padahal, kesembuhan yang saya rasakan mungkin belum sempurna, dan dosis obat masih tersisa untuk beberapa kali minum lagi. Kebiasaan ini tidak hanya mengancam kesehatan pribadi…
-

Batik, Hati, dan Komunikasi: Pengalaman Bersama Teman Tuli
Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Dalam beberapa hari lalu, saya mendapat kesempatan untuk terlibat dalam pelatihan membatik. Sebenarnya kegiatan pelatihan membatik bukan hal baru, karena dalam dua tahun terakhir saya sering terlibat dalam kegiatan serupa. Kebetulan tempat saya berkegiatan, lembaga SURI (Surau Intellectual for Conservation) memperoleh program Danaindonesiana untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menariknya, pelatihan…