Tag: #Salman Herbowo
-

Memancing: Tentang Melupakan Waktu dan Menikmati Ketenangan
Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Memancing tak hanya sekadar tentang menangkap ikan, melainkan juga tentang menangkap momen-momen yang berharga. Memancing merupakan seni yang memperkaya kehidupan melalui penggabungan waktu yang terukur dan kecintaan pada ketenangan alam. Bagi banyak individu, memancing bukan sekadar mencari ikan, melainkan perjalanan pribadi menuju ketenangan dan kegembiraan yang mendalam. Memancing merupakan…
-

Ketika Tidur Menjadi Investasi
Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Dalam aktivitas yang penuh dengan deadline dan tugas berkejaran, seringkali kita melupakan pesona tidur yang teratur. Tidur bukan hanya semacam ritual malam hari saja, melainkan peristiwa serius yang bisa memberikan dampak besar pada kesehatan kita. Mengabaikan kebutuhan tidur adalah seperti mengabaikan sekutu terbaik keseharian kita. Tidur yang teratur tidak…
-

Jejak Cita Rasa dan Kebersamaan di Kedai Mamak
Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Beberapa waktu lalu saya dan beberapa rekan berkunjung ke Malaysia. Perjalanan itu memang saya niatkan untuk liburan sambil “melihat-lihat” beberapa kampus untuk rencana studi S3. Namun begitu, kunjungan beberapa minggu tersebut juga membuat saya terperangkap dalam serangkaian pengalaman unik dan memikat. Keajaiban alam dan kekayaan budaya menyajikan pelajaran mendalam,…
-

Sarapan Pagi dan Langkah Awal yang Penuh Energi
Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Dahulu saya menganggap sarapan pagi itu bukan hal penting. Kebiasaan itu terus berlanjut hingga menjadi mahasiswa. Semua itu berubah saat penyakit asam lambung mulai terasa. Penyakit ini mejadi awal untuk berubah, mengubah pola makan dan salah satunya sarapan pagi. Saat ini, sarapan pagi bagi saya tidak hanya dianggap sebagai…
-

Cerita dari Langkah Kaki Pengguna Sepatu Kets
Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Setiap langkah kaki yang diayunkan memiliki cerita tersendiri. Begitu juga dengan langkah kaki yang menggunakan sepatu. Hal paling setia menurut saya adalah cerita dari ayunan sepasang kaki bersepatu kets. Bagi saya sepatu kets bukan sekadar alas kaki, melainkan “sahabat” setia yang menyimpan kisah unik saat memakainya. Cerita yang terpatri…
-

Membicarakan Insting Keibuan
Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah) Ketika berada di Sekolah Menengah Atas (SMA) seorang guru laki-laki memberi khotbah kepada kami para siswi sebelum pelajaran usai. Khotbah itu menyoal bagaimana di masa depan kami harus menjadi perempuan seutuhnya karena insting keibuan telah menyertai kami sedari lahir. Beliau bilang, kami belum akan menjadi perempuan seutuhnya bila kelak tidak…
-

Tentang Lemari Buku Kayu
Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Hal pertama yang terpikirkan bagi saya saat berbicara tentang lemari buku adalah rak-rak kayu dengan deretan buku. Dengan aroma kertas yang lembut dan debu yang menempel. Bagi saya lemari buku menjadi tempat penyimpanan berharga, dengan buku-buku di dalamnya merupakan jendela pengetahuan yang tidak terbatas. Tentu saja pandangan itu tidak…
-

Tentang Air Minum dalam Kemasan
Salman Herbowo (Kolumis Rubrik Renyah) Saya menyadari bahwa air minum (air puith/mineral) menjadi bagian penting dalam melakukan perjalanan. Perjalanan maskudnya dalam berbagai macam, mulai dari perjalanan tujuan kerja maupun liburan. Tanpa menyampingkan hal-hal penting lainnya, keberadaan air minum menjadi hal yang selalu diingat. Bermacam pula bentuk air minum yang harus dipersiapkan, seperti air minum…
-

Benda Serbaguna Itu adalah Gantungan Kunci
Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Gantungan kunci boleh dibilang menjadi benda penting. Ia akan menjadi paduan yang klop saat dipasangkan ke kunci atau tas. Tidak hanya menambah nilai keindahan tapi juga bermanfaat demi keselamatan. Gantungan kunci dapat pula dimasukan dalam kategori suvenir. Tidak berlebihan pula kalau gantungan kunci dapat menjadi benda serbaguna. Sebagai suvenir,…
-

Hal yang Dinanti Itu Bernama Oleh-Oleh
Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Hal paling saya tunggu dari seorang teman yang pulang melancong adalah oleh-oleh. Tidak harus perjalanan jauh luar negeri atau provinsi, cukup luar kota dalam provinsi saja kehadiran oleh-oleh sungguh sangat dinanti. Tentu saja tanpa menyampingkan faktor keselamatannya pulang-pergi. Sebagai seorang teman, bertemu dengannya sepulang melancong dalam keadaan sehat dan…