
Tanah Datar, Scientia – Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar kembali catat sejarah baru.
Sebanyaj 689 orang wisudawan dikukuhkan dalam rapat senat terbuka wisuda ke-53 tahun 2023, yang digelar di Auditorium Kampus II. Rabu, (15/03/23)
Ratusan wisudawan tersebut terdiri dari Pascasarjana (S.2) 50 orang lulusan, dan strata 1 (S.1) sebanyak 639 orang.
Semua lulusan itu berasal dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) sebanyak 273 orang, Fakultas Syariah 82 orang.
Kemudian Fakultas Ushuluddin Adab dan Da’wah (FUAD) 86 orang dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) 198 orang.
Rektor UIN MY Batusangkar Prof. Marjoni Imamora mengatakan, wisuda ke-53 ini merupakan wisuda ke-dua setelah beralih status ke UIN dan wisuda ke-tujuh dimasa kepemimpinannya sebagai rektor UIN MY Batusangkar.
“Selamat kepada 689 orang wisudawan/ti UIN MY Batusangkar, terutama orang tua wisudawan yang mengantarkan anaknya untuk mencapai gelar Magister, Sarjana dan Ahli Madya, pada wisuda ke-53 ini,” ujar Marjoni.
Marjoni menyampaikan, pada hari yang bersejarah ini pihaknya melepas kepergian mahasiwa dengan segala kecintaan dan do’a, agar berhasil dan sukses dalam tahap kehidupan selanjutnya.
“Bahwa wisuda pada hari ini bisa menjadi akhir dari sebuah proses mendapatkan pengetahuan teoritis, ini merupakan tahapan baru atau awal dari kehidupan praktis yang harus anda jalani,” ujarnya.
“Dunia nyata dengan segala kompleksitas permasalahannya, akan anda temui sebagai menu hidup selanjutnya, selanjutnya sukses itu bukan kebetulan, tapi ia terbentuk dari kerja keras, ikhlas, tuntas dan disiplin, serta bertanggung jawab dan Jaga terus nama baik almamater dimanapun anda berada,” sambungnya.
Penambahan Fakultas
Dalam momentum wisuda ke-53 ini, Prof Marjoni juga menyebutkan bahwa dalam tahun 2023 ini, akan ada penambahan 1 fakultas.
Yaitu Sains dan Teknologi dengan program studi sistem Informasi, program Biologi dan Matematika Non Kependidikan.
“Kita semua pasti setuju, bahwa kematangan sebuah institusi tidak saja ditentukan oleh lamanya lembaga itu memilki pengalaman, namun juga ditentukan seberapa cepat dan kuatnya usaha untuk menuju perubahan kearah yang lebih baik tersebut,” katanya.(yrp)

Tinggalkan Balasan