
Tanah Datar, Scientia – Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus (UIN MY) Batusangkar menjadi tuan rumah rapat pembahasan persiapan Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) ke-III se-Sumatra yang rencananya akan di gelar tahun depan.
Rapat tersebut diikuti oleh seluruh Wakil Rektor (Warek) III Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Sumatera di Hotel Emersia. Rabu, (30/11)
Sebagai Tuan Rumah, Rektor UIN MY, Prof. Dr Marjoni Imamora menyambut hangat kedatangan para pimpinan PTKIN tersebut di Batusangkar.
Ia juga mengucapkan terimakasih, atas kepercayaan forum warek menunjuk UIN MY sebagai tuan rumah.
“Saya ucapkan terima kasih atas kepercanyaan forum Warek III kepada UIN MY untuk menjadi tuan rumah pada kegiatan rapat ini. Juga saya ucapkan Welcome to Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar,” ujar Marjoni Imammora.
Marjoni mengatakan, pembahasan tentang persiapan PKM ini, sangatlah penting dan strategis. Di samping sebagai salah satu ajang penyaluran bakat dan potensi yang dimiliki mahasiswa, rapat ini juga sekaligus menjadi penguat silaturrahim antar para Warek se-Sumatera.
“Ini sangat strategis, apalagi mengenai kegiatan-kegiatan untuk pembinaan potensi mahasiswa. Tapi yang terpenting itu, silaturrahmi semakin kuat,” katanya.
Selain itu, menurut Marjoni, Warek III memang harus memperhatikan penguatan soft skill mahasiswa. Baik itu mengenai keterampilan berkomunikasi, kolaborasi, berfikir kritis, integritas, manajemen waktu yang adaptif maupun emosional intelligent.
“Ini sangat penting dan harus menjadi perhatian utama bagi kita. Sebab dengan itu, dapat membetuk karakter, akhlak dan kerampilan mahasiswa dalam menghadapi perubahan zaman,” katanya.
Tidak hanya itu, pihak UIN MY juga mengajak pimpinan Warek tersebut menjelajahi beberapa tempat wisata yang ada di Tanah Datar. Di antara, wisata budaya di Istano Basa Pagaruyung dan wisata alam desa terindah Pariangan.
Terkesan dengan Tuan Rumah
Sementara itu, Ketua Forum Warek III se-Sumatera, Abdur Rozaki mengatakan, sangat terkesan dengan pelayanan terbaik yang diberikan UIN MY. Apalagi, lokasi yang dikunjungi memiliki nilai estetik tersendiri.
“Kegiatan dan perjalan hari ini sangat menyenangkan, semua teman-teman senang dan bahagia. Bukan hanya alamnya yang indah, tapi juga hospilality dan pemandunya keren, sehingga teman-teman ingin kembali lagi ke Batusangkar yang sangat indah ini,” kata Abdur Rozaki, Kamis, (1/12/2022)
Dia juga menyanjung bahwa Batusangkar masih mempertahankan jejak history adat dan kebudayaan melalui Istano Basa Pagaruyung. Sehingga generasi baru bisa melihat bagaimana pola kepemimpinan di masa lalu.
“Kemudian, panorama alam pegunungan yang sangat alami dan indah. Di tambah dengan hamparan persawahan yang sama seperti di Bali,” sanjungnya. (Ajo)

Tinggalkan Balasan