Walikota Pariaman ‘Melotot’ Lihat Gubernur Alokasikan Dana Pemprov untuk Padang Capai Rp185 M

Foto Walikota Pariaman beberapa waktu lalu.

Pariaman, Scientia – Alokasi dana atau anggaran menjadi salah satu hal penting bahkan utama dalam membangun peradaban dan atau realisasi program. Namun demikian, tak sedikit yang menimbulkan pro kontra ketika alokasi dana dinilai tak berimbang atau alokasi berlebihan.

Hal inilah yang tengah di’pelototi’ Walikota Pariaman Geniur Umar ketika mengetahui alokasi dana provinsi dari Gubernur Sumbar ke Kota Padang yang capai Rp185 Milyaran.

Geniur Umar mengatakan alokasi dana sebesar itu terlalu fantastis. Ia pun langsung mencibir sikap gubernur yang dinilai tak ‘melirik’ ke kabupaten/ kota yang lain, Kota Pariaman, misalnya.

“Semestinya ini ada komposisi anggaran APBD Propinsi Sumbar untuk semua kabupaten/ kota yang ada di Sumbar. Terutama dalam rangka program yang memiliki daya ‘lenting’ tinggi untuk memajukan kawasan kabupaten/ kota,” ujarnya.

“Berbicara daerah, Gubernur itu adalah gubernur seluruh daerah Sumatera Barat. Pak Mahyeldi itu kini bukan gubernur untuk satu kabupaten/ kota saja. Gubernur Mahyeldi itu adalah milik semua masyarakat Sumbar,” tambahnya, Sabtu 9 April 2022.

Ia pun ‘curhat’ soal minimnya anggaran provinsi untuk Kota Pariaman. Ia menggeleng kepala ketika di tanya soal anggaran provinsi ke daerah yang tengah dipimpinnya itu.

“Saya tidak iri, tapi tapi meluruskan dan menempatkan peranan Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah,” katanya.

Ia bercerita kalau selama ini berbagai anggaran langsung turun dari pusat. Kota Pariaman setiap tahun mendatang dukungan dari lemabaga/ kementerian pusat.

“Kalau soal dana setaun saya tidak ada provinsi tarok dana ke Pariaman, malqh kita nyumbang ke APBD Sumbar. Soal anggaran saya langsung tembus ke pusat aja. Sinergitas Pariaman ke pusat lumayan baik,” katanya.

Ia berharap pemerintah provinsi dapat berpikiran universal dan mengikutsertakan daerah sekitar ibu kota provinsi dalam pengembangan pembangunan.

“Misalnya Padang-Padang Pariaman (Lubuk Alung) dan Kota Pariaman jadi satu kesatuan dalam menjadikan kawasan metropolitan,” katanya.

Sebelumnya, beredar di media sosial, seperti di instagram @antarasumbar, flayer pemprov Sumbar mengalokasikan anggaran Rp185 Milyaran untuk pembangunan Kota Padang. Alokasi dana itu dfokuskan untuk empat sektor seperti pertanian, perikanan, peternakan dan pendidikan.

Kota Padang dipilih menjadi investasi karena beberapa alasan seperti ditulis dalam flayer tersebut, yaitu Kota Padang sebagai pusat ibu kota provinsi, dekat dengan akses transportasi udara (bandara), dan potensi perdagangan serta kelautan. (pzv)


Posted

in

by

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *