Bukittinggi, Scientia – Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi mengadakan Pelatihan Guru Lembaga Keagamaan se Bukittinggi, Kamis (25/11/2021).
Pelatihan Tahun Ajaran 2021 yang diselenggarakan di Grand Hotel tersebut dibuka langsung Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar.
Dalam sambutannya, Wako mengatakan, kegiatan ini dilakukan dalam rangka menciptakan Bukittinggi “HEBAT” di sektor pendidikan, yang berlandaskan Adat Bersandi Sara’ dan Sara’ Bersandi Kitabullah (ABS-SBK).
“Jika kita lihat dalam keseharian, anak-anak memiliki adab jauh dari ABS-SBK. Saya melihat dan rasa begitu. Bahkan sebetulnya, adab tersebut sebetulnya jauh lebih tinggi dari ilmu sekalipun. Justru itu, tidak salah menyisipkan adab istiadat dalam pendidikan,” kata Wako.
Misalkan saja, lanjut dia, jika ada dari 100 persen siswa, 99 persen tidak beradab, kemungkinan hal tersebut terjadi disebabkan salah sistem pengajaran di dunia pendidikan. Meski demikian, sambung dia, saat ini yang terpenting adalah memperbaiki sekaligus membenahi.
Di sisi lain, kata Erman lagi, Bukittinggi tercatat sebagai under cover masalah kesusilaan sesama jenis.
“Saat ini hal itu sangat meresahkan kami bahkan membuat kami risau,” ucapnya.
Erman menambahkan, pada 2021 ini Pemko Bukittinggi akan kembangkan 5 mata pelajaran tambahan.
“Pengembangan mata pelajaran tersebut belum cukup, jika tanpa ada dukungan. Kemudian juga perlu diperkuat dengan standar ilmu mengajar,” jelas Wako.
Turut hadir pada kegiatan Pelatihan Guru Lembaga Keagamaan itu Bupati Agam Andri Warman dan Kakankemenag Bukittinggi, Kasmir. (aef)

Tinggalkan Balasan