Wisuda UIN MY Batusangkar

Wisuda UIN MY Batusangkar Kembali Diundur, Ini Harapan Calon Wisudawan

Wisuda UIN MY Batusangkar
Kampus UIN MY Batusangkar

Tanah Datar, Scientia – Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus (UIN MY) Batusangkar kembali mengundur jadwal wisuda angkatan ke-52. Wisuda UIN MY Batusangkar ini diundur, karena tersandung beberapa persoalan yang dihadapi kampus pasca peralihan status dari IAIN menjadi UIN.

Berdasarkan surat pengumuman dengan nomor : B-1478 b/In.27/R.I/PP.00.9/09/2022 tertanggal 15 September 2022, awalnya wisuda akan dilangsungkan pada tanggal 21 September 2022.

Namun karena belum tuntasnya migrasi data serta penyesuaian akreditasi institusi dan program studi maka wisuda diundur sampai selesainya persoalan tersebut.

Selang beberapa bulan setelah itu, UIN MY kembali mengeluarkan surat pengumuman penundaan wisuda dengan nomor : B-2414.a/Un.25/R/PP.00.9/12/2022 tertanggal 2 Desember 2022.

Penundaan kedua kali ini, disebabkan belum terbitnya Peraturan Menteri Agama (PMA) tentang statuta dan ortaker UIN MY Batusangkar.

“Betul, kita menunda karena ortaker dan statuta masih belum keluar,” ujar Wakil Rektor I UIN MY, Ridwal Trisoni melalui whatsapp.

Harapan Calon Wisudawan

Salah seorang perwakilan mahasiswa (E) yang akan wisuda memohon, agar dirinya berserta mahasiswa lainnya diberi kepastian jadwal wisuda.

Ia mengatakan, akibat penundaan jadwal wisuda, biaya yang sudah dipersiapkan untuk wisuda harus terpakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saat tinggal di Batusangkar.

“Dari lubuk hati yang paling dalam kami memohon agar sekiranya di keluarkan tanggal kepastiannya. Bahkan jauh-jauh hari kami sudah mempersiapkan biaya untuk melaksanakan wisuda. Namun biaya itu habis terpakai untuk memenuhi kebutuhan selama di Batusangkar,” ujarnya.

Ia menyebut bahwa akibat penundaan itu, sampai sekarang dirinya dan mahasiswa lainnya harus mengikhlaskan untuk menunda keberangkatan bekerja, terutama yang hendak bekerja di luar kota. Bahkan beberapa peluang pekerjaan terlewatkan untuk didaftar, karena belum wisuda.

“Jika kami mengambil pekerjaan itu atau jika kami berangkat bekerja, bagaimana pula lah jika kami tidak ikut wisuda. Walaupun sebenarnya untuk mendaftar pekerjaan bisa menggunakan surat keterangan lulus,” sebutnya.

Ia hanya berharap aspirasi tersebut tersampaikan, dan tidak mengharapkan pesta wisuda yang meriah, semarak, mewah, ataupun wisuda dengan euforia mengundang para pejabat.

“Kami hanya memohon agar kami segera di wisuda,” tutupnya.

Sementara itu, mahasiswa yang berasal dari luar provinsi dan Pulau Sumatera harus kehilangan biaya tiket pesawat yang telah dia pesan, karena tidak jadi berangkat. Bahkan ada yang dimarahi orang tuanya karena ketidak jelasan informasi wisuda. (Ajo)


Posted

in

by

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *