![Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menjabarkan rencana pembangunan Sumbar di hadapan forum Anggota DPR RI dan DPD RI asal Sumbar di Jakarta, Senin (19/4). [Foto: Ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2021/04/Gubernur-Sumbar-Mahyeldi-Ansharullah-menjabarkan-rencana-pembangunan-Sumbar-di-hadapan-forum-Anggota-DPR-RI-dan-DPD-RI-asal-Sumbar-di-Jakarta.jpeg)
Salah satu rencana pembangunan itu adalah Monumen Bela Negara di Kabupaten 50 Kota. Mahyeldi menyebutkan, monumen bersejarah itu akan segera terealisasi setelah sebelumnya ia berkonsultasi dan berkoordinasi dengan Kementerian Polhukam.
Tak tanggung-tanggung, monumen ini bahkan akan dikerjakan melalui kolaborasi enam kementerian sekaligus berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres).
“Terkait Monumen Bela Negara ini, di bawah koordinasi Kementerian Polhukam akan menghadirkan Inpres. Jadi monumen bela negara yang anggarannya sekitar Rp600 miliar akan ditangani oleh enam kementerian. Insyaallah Inpres ini bisa segera ditandatangani oleh Presiden,” ungkap Gubernur Sumbar yang akrab disapa Buya tersebut, Senin (19/4) di Jakarta.
Buya Mahyeldi menambahkan, pembangunan Monumen Bela Negara itu tidak hanya berhenti sebatas aktivitas pembangunan. Keenam kementerian juga akan membangun akses dari Suliki ke Bonjol Pasaman, lalu akses dari Gunuang Omeh ke Palupuah, termasuk akses ke provinsi tetangga, Provinsi Riau.
Tol Padang-Pekanbaru
Proyek pembangunan lainnya yang tentu saja mendapat dukungan adalah kelanjutan pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru. Program ini merupakan program prioritas nasional yang kini belum sepenuhnya berjalan lancar
“Kita sudah berkoordinasi dengan Kementerian Bappenas, Kementerian PUPR, Kementerian Keuangan dan juga bupati wali kota. Alhamdulillah tanggal 25 Maret lalu kita menerima informasi bahwa jalan tol akan dilanjutkan dengan pembangunan terowongan yang ada di 50 Kota. Ada 3 titik, dengan panjangnya 10 kilometer dengan anggaran Rp.6 triliun dan dari Bappenas sudah ada ‘green light‘,” sebut mantan Wali Kota Padang itu. (rls/pzv)
Tinggalkan Balasan