![Sejumlah petugas saat melakukan penertiban anjing liar di Sawah Lunto, baru-baru ini. [Foto: Scientia/Yoa]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2021/03/WhatsApp-Image-2021-03-05-at-12.21.12-e1614949593617.jpeg)
“Ini memang sudah rutinitas tahunan Kami. Selain itu, kegiatan ini juga menjawab keresahan warga terkait banyaknya anjing liar yang berkeliaran. Kemudian, 77 ekor Anjing tersebut di kuburkan dalam satu lubang,” ujar Ade Putra kepada Scientia, Jumat (5/3).
Ade menyebutkan, proses penertiban dilakukan dengan menyuntikkan racun kedalam makanan yang akan diberikan kepada anjing liar tersebut. Kegiatan ini dilakukan mulai dari tanggal 1 hingga 4 Maret 2021, dengan menurunkan 20 orang personil dari beberapa pihak.
Dia berharap, penertiban yang dilakukan ini dapat memutus mata rantai penyebaran Virus Rabies di kota Sawahlunto.
Sementara itu, Kepala UPTD Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kota Sawahlunto, Veri Oktaviandris menjelaskan, pada tahun 2020 sudah tercatat sekitar 76 kasus gigitan anjing di kota itu. Pihaknya juga melakukan penyuntikan vaksin anti rabies kepada penderita.
“Tidak semuanya diberikan vaksin. Ada yang cukup diobati saja. Sebab, karena setelah di laskukan observasi terhadap hewan HPR itu, ternyata hewan tidak gila,” jelasnya.
Dalam kegiatan ini Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Sawahlunto juga telah berkoordinasi dengan sejumla pihak terkait seperti bidang peternakan kesehatan hewan, UPTD Puskeswan, Koramil, dan Polsek hingga Sat Pol PP. (Yoa)
Tinggalkan Balasan