foto bersama pada kegiatan Pra Kongres Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) di Balai Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh. Selasa, (30/3). [foto : ist]

Wawako Marfendi : Kebudayaan di Bukittinggi Bisa Diakui Sebagai Heritage

foto bersama pada kegiatan Pra Kongres Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) di Balai Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh. Selasa, (30/3). [foto : ist]
foto bersama pada kegiatan Pra Kongres Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) di Balai Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh. Selasa, (30/3). [foto : ist]
Bukittinggi, Scientia – Wakil Walikota Bukittinggi, Marfendi menilai, banyak tempat wisata alam, sejarah, dan kebudayaan yang ada di Bukittinggi bisa diakui dan dapat diusulkan sebagai heritage (warisan) ke Unesco. Di antaranya Ngarai Sianok, Jam Gadang, Lobang Jepang bahkan budaya Minang dengan keanekaragaman yang dimiliki.

Menurutnya, tempat itu adalah warisan yang merupakan ciri khas bagi kota tersebut. Hanya saja, perlu dibuat pola dan sejarah tertulis, sehingga dapat diusulkan ke Unesco. Selain itu ada kesenian daerah yang telah dipatenkan Unesco, seperti tari piring.

“Ini harus dipertahankan, bila perlu dibuatkan pola dan sejarah tertulisnya,” ujar Marfendi kepada Wartawan di rumah dinasnya. Jum,at (2/4)

Sementara itu, pada kesempatan lawatan seminar mendatang akan mengikutsertakan Dinas Pendidikan, Bidang Kebudayaan, Dinas Pariwisata, Dinas Perpustakaan termasuk bidang Kearsipan. “Tujuan diikutsertakan instansi tersebut di atas agar mengklasifikasikan apa saja yang bisa dijadikan heritage, termasuk berupa fisik dan non fisik,” ucapnya. (aef)


Posted

in

by

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *