![Abdi Negara Nurdin alias Abdee Slank. [foto :ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2021/05/345acad5-17ee-421c-bb7f-6c19c6e9b3bd.jpg)
Keputusan tersebut menjadikan BUMN sebagai trending topik pembahasan lini masa media sosial Twitter. Sejumlah influencer sosial media seperti Mardigu WP, Rocky Gerung dan berbagai akademisi memberikan sinyal keraguan terhadap keputusan ini.
Menanggapi hal ini, staf Menteri BUMN, Arya Sinulingga menjelaskan, dipilihnya Abdee sebagai komisaris bertujuan memperkuat produksi konten Telkom untuk dijual ke publik. Menurutnya, hal ini merupakan keinginan Menteri, Erik Tohir dalam mendorong peningkatan pencapaian konten perusahaan negara tersebut.
“Pak Erick Thohir ingin mendorong telkom banyak masuk konten. Kita tahu Telkom belum kuat kontennya dan kedepannya ini perlu diperkuat. Nantinya konten itu akan dijual ke publik,” jelas Arya Sinulingga. Jumat (28/5).
Dia juga menyebutkan, keputusan RUPST 28 Mei 2021 sudah diambil dan telah menetapkan beberapa dewan komisaris dengan susunan komisaris utama, komisaris independen dan komisaris. Untuk komisaris utama dijabat oleh Bambang Brodjonegoro dan Abdi Negara Nurdin menjabat komisaris independen. Keputusan ini mutlak berdasarkan pertimbangan dari pihak BUMN.
Sementara, pada RUPST itu, ada sembilan nama yang diumumkan untuk menjabat dewan Komisaris. Sedangkan, nama Abdee Slank langsung menimbulkan reaksi saat diumumkan menjabat sebagai komisaris independen PT Telkom, Tbk. (Tom).
![Abdi Negara Nurdin alias Abdee Slank. [foto :ist]](https://datalama.scientia.id/wp-content/uploads/2021/05/345acad5-17ee-421c-bb7f-6c19c6e9b3bd.jpg)
Tinggalkan Balasan