
Padang Pariaman, Scientia – Aktifis muda Arfino Bijuangsa ikut bicara soal kesejahteraan masyarakat Padang Pariaman. Menurutnya, sumber daya alam, laut, bisa menjadi sumber pendapatan daerah, Jumat (08/04).
“Kita di Padang Pariaman ini memiliki laut atau bibir pantai yang panjang, ada di Kecamatan Sungai Limau, Ulakan dan lainnya yang tepi daerah tersebut bertemu dengan bibir pantai,” katanya Ketua Presidium Aliansi Mahasiswa Perantau (Ampera Sumbar) itu.
“Tapi apa, potensi tersebut tak dimanfaatkan menjadi sumber penghasilan oleh pemerintah,” jelas Pengurus Besar HMI ini, Kamis (07/04).
Ia juga mengatakan jika pemerintah daerah berhasil melihat potensi tersebut, tentu hal ini akan sesuai dengan visi misi pemerintah pusat, Presiden Jokowi dalam menjadi Indonesia sebagai pusat maritim dunia.
“Di periode kedua jokowi-maruf mengangkat visi indonesia kedepanya sebagai proses maritim dunia. Sebagai negara maritim yang memiliki garis pantai kedua terbesar di dunia, bukanlah hal mustahil menjadikan laut dan ekosistemnya sebagai sumber pendapatan utama,” pungkasnya.
Hari ini, kata Arfino, ekosistem laut belum tersentuh program pemerintah (Padang Pariaman). Padahal, ini sumber daya alam. Lebih mirisnya, perusahaan swasta yang mengelolanya terlebih dahulu.
“Kita tau tambak udang yang ada di beberapa bibir pantai di kampung kita (Padang Pariaman) tidak berizin atau ilegal. Masyakarat sekitar dibayangi dengan peningkatan ekonomi, tapi dalam jangka panjang ini merugikan lingkungan,” katanya.
“Tidak berizin, uangnya pergi ke kantong uang luar, lingkungan yang rusak ditinggal, dan tentunya uangnya tidak dapat dirasakan oleh masyakarat yang jauh dari bibir pantai,” kata mantan Ketua Umum Ikatan Mahasisa Pariaman Raya tqhun 2017-2020 itu.
“Kan uangnya tidak masuk ke kas Pemda,” tegasnya.
Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan program yang dapat menunjang kesejahteraan umum masyarakat Padang Pariaman. “Semoga pemda peka terhadap hal ini,” harapnya. (*)

Tinggalkan Balasan