![Kadis Kominfo Kabupaten Asahan saat menyampaikan eksposnya dalam sosialisasi penerapan CMS bagi para OPD. [Foto: Scientia/Hamdan Rangkuti]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2021/03/WhatsApp-Image-2021-03-09-at-20.10.52.jpeg)
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan Jhon Hardi Nasution saat menghadiri sosialisasi penerapan Cash Management System (CMS) bagi para OPD di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Selasa (9/3).
Jhon Hardi mengatakan, kebijakan ini sesuai dengan High Level Meeting yang diadakan beberapa minggu lalu antara Pemerintah Kabupaten Asahan dengan Bank Indonesia serta Bank Sumut guna mewujudkan digitalisasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Asahan.
“Dengan adanya aplikasi ini nantinya para bendahara pengeluaran tidak perlu lagi bolak-balik ke bank untuk melakukan pemindahbukuan atas transaksi belanja, karena dapat langsung dilakukan melalui perangkat digital,” ujarnya.
Tim Divisi Dana dan Jasa Kantor Pusat Bank Sumut, Sabar Ginting mengatakan, peluncuran aplikasi CMS bagi pemerintah daerah tersebut, dimaksudkan untuk mendukung dan meningkatkan pelayanan perbankan khususnya dalam hal pengelolaan keuangan daerah yang mandiri dan berbasis non tunai.
“Dengan penggunaan aplikasi CMS ini akan membantu Pemerintah Kabupaten Asahan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Asahan, karena tetap memberikan kepercayaan kepada Bank Sumut dalam pengelolaan dan transaksi keuangan daerah,” ungkapnya.
Sementara Kadis Kominfo Kabupaten Asahan Rahmat Hidayat Siregar, pada eksposnya mengatakan penggunaan aplikasi CMS ini menjadi salah satu pendukung visi dan misi Bupati Asahan. Dimana Pemerintah berkomitmen untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan berbasis elektronik sebagai salah satu upaya reformasi birokrasi menuju kelas dunia. Untuk mewujudkannya, dibutuhkan transformasi digital yang menyeluruh, baik dari sistem hingga SDM.
“Dengan adanya aplikasi ini akan terbentuk efisiensi waktu, biaya, administrasi dan tenaga, user friendly dan lengkap, akurasi data/laporan keuangan dan monitoring kinerja keuangan, pengelolaan arus kas lebih mudah, cepat dan akurat, penguatan kontrol keuangan secara sistematis (tercatat dan terdokumentasi dengan baik), sehingga memudahkan dalam melakukan kontrol dan evaluasi secara real time,” terangnya. (Hans)
Tinggalkan Balasan