Padang, Scientia – Kepala BNN Sumbar, Brigadir Jenderal Polisi Khasril Arifin membeberkan bahwa Provinsi Sumbar tengah dihadapkan dengan persoalan serius penyalahgunaan narkoba.
Paling baru masuknya puluhan Kilogram ganja kering siap edar ke wilayah Pasaman Barat, yang dibawa para kurir dari wilayah Provinsi Sumatera Utara.
“Kasus ini membuktikan bahwa pemain atau jaringan narkoba ini sudah tak main main. Mereka sudah lintas provinsi dan memiliki jaringan yang sistematis,” ujar Khasril saat jumpa pers di Kantor BNN Sumbar, Air Manis, Senin (4/10/2021).
Jumpa pers ini terkait pengungkapan oleh Tim BNN Provinsi Sumbar bersama BNN Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) yang berhasil mengamankan 49,7 kg ganja kering siap edar, dari 3 orang tersangka di Kabupaten Pasbar.
Penangkapan tersangka Ridwan bersama dengan Arival dan Rifka oleh tim gabungan pada hari Kamis (23/9) sekira pukul 02:30 WIB dini hari.
Mereka diamankan di dua lokasi, TKP Pertama di perbatasan antara Kabupaten Mandailing Natal (Prov Sumatera Utara) dan Kabupaten Pasaman Barat (Sumatera Barat) tepatnya di Jembatan Taming Batahan Jorong Taming Batahan,
Kenagarian Batahan, Kecamatan Ranah Batahan, Kab Pasaman Barat. Lalu TKP
Kedua di Kebun Sawit di Jalan Lintas Parit-Penggambiran, Jorong Parit, Kenagarian Parit, Kecamatan Koto Balingka, Pasbar.
Khasril juga menyampaikan, Sumbar dijadikan lokasi perlintasan bagi pengedar narkoba, pintu masuknya jelas dan sudah terpetakan secara baik.
Mulai dari narkoba jenis ganja masuknya dari Kabupaten Pasaman yang dibawa dari Aceh dan Medan melalui jalur darat. Sementara untuk sabu dan ekstasi terpantau masuk dari Pekanbaru Provinsi Riau melalui Kabupaten Limapuluh Kota,” ungkap dia.
Atas kondisi ini dia mengajak agar seluruh masyarakat Sumbar sudah harus kembali gelorakan perang terhadap Narkoba.
Khasril juga mengatakan, angka pengguna narkoba hingga saat ini tinggi dan butuh penanganan serius, namun BNN Sumbar terkendala sarana dan prasarana dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba. (pzv)
Tinggalkan Balasan