![Suasana FGD Satu Data Kota Pariaman. [Foto: Ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210211-WA0014.jpg)
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh staf ahli Kota Pariaman Alfian di ruang rapat Walikota Pariaman, Kamis (11/2). Alfian mewakili walikota yang masih dalam perjalanan dinas.
“FGD ini bertujuan untuk memfinalisasi tabel Pariaman Dalam Angka 2021, dan diharapkan ada penyempurnaan akurasi dan konsisten data. Dalam setiap pertemuan walikota selalu tekankan bahwa tugas pokok kita adalah melayani masyarakat yang telah memberikan amanah kepada kita, sehingga publikasi ini bisa dijadikan sebagai sumber rujukan utama dalam mengukur keberhasilan Kota Pariaman dan merencanakan pembangunan”, ujarnya.
Satu Data merupakan bentuk dari perwujudan dari Perpres No.39 tahun 2019, tentang Satu Data Indonesia. Presiden RI Joko Widodo telah mencanangkan bahwa untuk menghasilkan satu data Indonesia diperlukan peranan dari masing-masing institusi.
“Dalam Perpres tersebut dijelaskan bahwa, koordinator dan sekretariat forum data ada pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), walidata ada pada Dinas Komunikasi dan Informatika (DISKOMINFO), dan pembina data ada pada BPS Kota/Kabupaten”, lanjutnya.
Sementara itu Kabid IKP Diskominfo Kota Pariaman Eka Putra Pernanda menyatakan, bahwa sangat penting sekali adanya satu data ini, mengingat masih banyaknya ketidak sesuaian standar data, meta data, interoperabilitas, dan referensi data, sehingga data yang ada saat ini sulit untuk diakses dan dan juga dibagi pakaikan antar lembaga pemerintah. Hal ini mengakibatkan kebingungan dalam mempedomani data yang akan digunakan untuk perencanaan pembangunan.
“Untuk itu kami akan berusaha melakukan tugas kami sebaik-baiknya agar data yang dibutuhkan tersinkronisasi, dan adanya kordinasi data statistik sektoral pada pusat data yang terintegrasi dari setiap OPD”, ujar Kabid IKP Kominfo Pariaman ini.
Kepala BPS Kota Pariaman Yuliandri mengatakan, bahwa FGD hari ini merupakan agenda rutin tiap tahun yang diadakan oleh BPS Kota Pariaman, dalam rangka menyusun publikasi Pariaman Dalam Angka, untuk mempercepat penyediaan data, sehingga data yang muncul di Pariaman Dalam Angka bisa dimanfaatkan cepat oleh para pengguna data.
“Dalam publikasi, data harus mempunyai satu sumber sehingga tidak ada perbedaan data yang terpublikasikan. Dengan demikian kepercayaan publik akan meningkat terhadap pemerintah. Selain itu, data yang disajikan juga lebih akurat dan terpercaya, ” Yuliandri menambahkan.
Adapun peserta FGD ini diikuti oleh perwakilan dari OPD di Lingkungan Pemerintahan Kota Pariaman, Instansi Vertikal, BUMN/BUMD, Camat, dan Rumah Sakit. (rls)
Tinggalkan Balasan