![Bupati Asahan saat menghadiri kegiatan sosialisasi dan loka karya di Marina Hotel Kisaran, Kamis, (18/3). [foto : Scientia/Hans]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2021/03/c6ec2efb-4028-4444-b4da-362ad88d57ee.jpg)
Saat ini, perencanaan pengelolaan Sumber Daya Air sungai ini telah dinyatakan Menteri Pekerjaan Umum sangat potensial dimanfaatkan untuk banyak hal seperti irigasi pertanian. Sungai ini dinyatakan layak, karena memiliki rata-rata debit air sekitar 120 Meter Kubik per Detik.
“Selain potensi, ketika curah hujan tinggi,debit Sungai Asahan yang besar juga memiliki daya rusak dan menyebabkan banjir bagi masyarakat di sekitar Sungai tersebut. Seperti di Kecamatan Simpang Empat dan Sei Kepayang,” ujar Surya pada pertemuan Konsultasi Masyarakat Sosialisasi/Konsultasi Publik, Lokakarya dan FGD Pengembangan Sistem Irigasi Asahan Sumatera Utara, Indonesia Phase -1, Rabu (18/03).
Surya berharap, upaya pengendalian banjir Sungai Asahan dapat menjadi satu kesatuan yang terintegrasi dalam perencanaan pengembangan sistem irigasi tersebut.
Dikatakan Surya, Presiden RI mengarahkan, pembangunan infrastruktur pelayanan dasar bidang irigasi pada tahun 2024 ditargetkan akan dibangun 63 unit bendungan multi guna dan jaringan irigasi baru sebanyak 500.000 hektar. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Asahan menyatakan siap mendukung penuh dan berpartisipasi dalam mewujudkan target capaian dimaksud.
Sementara, Kabupaten Asahan juga memiliki satu daerah irigasi yang menjadi kewenangan pemerintah pusat yaitu daerah irigasi rawa Sei Lebah seluas 3.031 hektar. Saat ini kondisi pengelolaan infrastrukturnya perlu mendapatkan perhatian.
Tim Leader PPC Asahan melalui Co-Team Leader PPC Asahan, Edi Wahyono mengatakan, pemerintah berupaya mendorong peningkatan produksi padi/beras dalam negeri untuk menuju kemandirian dan ketahanan pangan. Hal ini akan mendatangkan manfaat pada sektor penghematan devisa nasional, membuka kesempatan kerja dan mengurangi kemiskinan.
“Kita semua pasti menyadari bahwa tersedianya sistem irigasi yang baik dan handal merupakan syarat mutlak bagi terselenggaranya sistem pangan nasional yang kuat dan penting bagi sebuah negara,” kata Edi Wahyono.
Kegiatan Sosialisasi/Konsultasi Publik, dan Lokakarya
Selain itu, melalui zoom meeting, Kepala Subdit Wilayah I, Parlinggoman Simanungkalit, mewakili Direktur Irigasi dan Rawa menyampaikan, dalam rangka ekstensifikasi lahan sawah ber-irigasi teknis, dilakukan kegiatan konsultasi dan sosialisai. Kegiatan ini merupakan rangkaian studi melalui master plan, studi kelayakan, dan detail desain yang di danai Asian Development Bank (ADB).
Sementara itu, potensi pengembangan lahan pertanian di Kabupaten Asahan dan sekitarnya telah diidentifikasi sejak tahun 1980-an. Pada periode awal direncanakan potensi pengembangan irigasi mencapai 110.000 hektar.
Namun, setelah adanya perubahan tata guna lahan dan perkembangan yang terjadi pada areal tersebut, hanya ditargetkan seluas 40.000 hektar.
“Kami harapkan semua yang hadir dapat menyerap informasi secara maksimal dan mampu berdiskusi secara aktif dengan tenaga ahli. Output yang diharapkan, adanya masukan terhadap rencana yang sedang disusun ini sesuai dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat setempat,” kata Parlinggoman Simanungkalit. (Hans)
![Bupati Asahan saat menghadiri kegiatan sosialisasi dan loka karya di Marina Hotel Kisaran, Kamis, (18/3). [foto : Scientia/Hans]](https://datalama.scientia.id/wp-content/uploads/2021/03/c6ec2efb-4028-4444-b4da-362ad88d57ee.jpg)
Tinggalkan Balasan