
Padang, Scientia – Ketua Umum DPP IKA Unand Asman Abnur apresiasi OC dan SC Kongres VI IKA Unand yang tetap semarak meskipun di tengah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat Covid-19.
“Di pandemi, PPKM Darurat tapi OC dan SC Kongres VI IKA Unand bisa buat gairah kongres, terima kasih OC dan SC, ” ujar Asman Abnur saat membuka Bedah Visi Caketum Kongres VI IKA Unand, Sabtu 17/7-2021 secara online dengan platform zoom meeting.
IKA Unand kata Asman, harus dinamis dan selalu inovatif dan mesti diakui secara nasional Unand sudah sejajar dengan universitas ternama di Indonesia.
“Siapa yang cepat dan lakukan inovatif, harus berani out of the box dengan memanfaatkan teknologi inovatif, Rektor harus bernai investasi besar-besar pada teknologi pengajaran, untuk Unand maju dan global,” ujar Asman Abnu.
Asman juga mengungkapkan terima kasih kepada pengurus dan dewan pembina yang telah menjalankan organisasi selama lima tahun terkahir ini.
“Kepada Caketum harus jadikan kongres untuk pemersatu dan kebersamaan IKA Unand kedepan Kongres VI tidak untuk memecah belah kita yang sudah solid selama ini. Selamat pada Caketum, bersaing boleh tapi tetap dilandasi semangat kebersamaan, kongres untuk pemersatu kita,” ujar Asman Abnur yang membuka secara resmi Bedah Visi Misi Caketum IKA Unand.
Bedah Visi Misi dimoderatori Wakil Ketua SC Kongres VI IKA Unand Teddy Alfonso. Tiap Caketum diberikan kesempatan menyampaikan visi dan misinya dalam waktu lima menit.
“Silahkan sampaikan visi misi dalam waktu lima. menit, mohon dimaklumi tegasnya kami selaku moderator,” ujar Teddy.
Secara bergiliran lima orang Caketum yakni, Surya Tri Harto, Rustian, Khairul Ikhwan Imelda Sari, Denny Azani B Latif dan Suharman Noerman, didengar oleh 359 peserta zoom meeting dari berbagai belahan dunia.
Tiga panelis juga telah siap menguliti paparan visi misi tiap Caketum.
“Visi misi disampaikan Caketum IKA Unand cukup bagus-bagus bahkan background slidenya juga menarik. Pertanyaan saya mengapa mau menjadi Ketua Umum. IKA Unand yang lebih banyak tantangannya dan tidak ada gaji jadi Ketua Umum IKA Unand, “ujar Duta Besar Indonesia untuk Vietnam Denny Abdi. (rel)

Tinggalkan Balasan