Kategori: Literasi
-

Masih di Ruang Tunggu
Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah Scientia.id) Mengapa orang-orang berada di ruang tunggu? Mengapa pula mereka mau berlama-lama di ruang tunggu? Sebab, mereka memiliki tujuan yang pasti. Di ruang tunggu seperti rumah sakit dan bank, setidaknya setiap pengunjung memiliki nomor antrian. Mereka dapat dipastikan cepat atau lambat akan sampai pada nomor antrian masing-masing. Lalu, bagaimana dengan…
-

Puisi-puisi Maulita Dwi Cahya dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye
Sebuah puisi akan memunculkan keragaman makna karena setiap pembaca akan memiliki pemaknaan yang berbeda. Alat utama dalam memaknai puisi adalah perasaan. Tarigan (1985) menyatakan satu-satunya tolok ukur dalam memaknai puisi adalah ‘rasa’. Meskipun begitu, untuk memahami puisi perlu dianalisis berdasarkan unsur-unsur pembentuknya baik unsur internal, maupun unsur eksternal. Struktur eksternal puisi terdiri atas imaji, diksi, kata…
-

Judul-judul Berita yang Melanggar Kaidah Bahasa Indonesia
Ada yang meresahkan ketika pengguna bahasa Indonesia membaca judul-judul berita yang ditulis oleh Lembaga Kantor Berita Nasional Antara. Penggunaan huruf kapital pada judul berita tidak sesuai dengan keputusan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Republik Indonesia tentang Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD Kelima). Dalam keputusan tersebut, dinyatakan bahwa EYD Kelima merupakan pedoman dalam penggunaan bahasa Indonesia yang…
-

Ruang Tunggu
Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah Scientia.id) “Silakan duduk di ruang tunggu dulu” lebih kurang begitu petugas menyarankan kepada kami sambil menunggu panggilan antrian. Satu per satu nomor antrean pun dipanggil. Sembari menunggu, berbagai macam pula aktivitas yang dilakukan orang-orang di ruang tunggu. Dan yang paling banyak adalah menatap layar smartphone. Silih berganti orang yang…
-

Cerpen “Nasi Kapau” Karya Nur Azizah dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
Banyak sekali orang yang masih menjajakan dagangannya dengan sopan, “Pedagang yang gigih,” pikir Arisha. Arisha terus melangkah mengikuti langkah Uda Ikhsan, menuju tempat yang nyaman untuk minum kopi hangat di kota yang dingin ini.
-

Adverbia “Akan” dan “Segera” dalam Kontestasi Politik
Tahun ini hingga tahun 2024 merupakan tahun kampanye atau tahun kontestasi politik di Indonesia. Pada momen ini, kita akan sering mendengar berbagai bentuk ujaran yang berisi janji-janji dan kata-kata pengharapan dari para politisi untuk masyarakat. Janji-janji dan kata-kata pengharapan direalisasikan dalam bentuk pernyataan-pernyataan diplomatis, seperti: “Jika terpilih, masalah pembebasan lahan segera saya bereskan.”, “Gizi buruk…
-

Mitos Menstruasi hingga Kini
Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah Scientia.id) Suatu hari, salah seorang sanak saudara berkunjung ke rumah saya. Ia berkunjung bersama anak perempuannya. Ketika itu, ia membawa kabar bahwa anak perempuannya yang berusia 10 tahun itu tengah menstruasi. Itu bukanlah kali pertama, yang artinya ia mendapat haid lebih cepat. Saya yang mendengar kabar itu merasa bahagia…
-

Puisi-puisi Abiyyu dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye
Puisi Cyberpunk/Mungkin/Kemungkinan (yang Sungguh Sok Tahu) Biarlah arak tetap arak Suaranya manis, aku terbual/terbuai/terbang/terbuang Biarlah merah tetap merah Boleh saja dia darah/marah/berhenti/mati Biarlah kalah tetap kalah Mereka hanya ingin mabuk/khusuk/ketawa/merdeka Biarlah rembulan tetap rembulan Dinaunginya tiap tiap suara yang keluar di pagi buta/lupa/hening/bising Biarlah mata tetap mata Ada ribuan kebenaran yang kulihat tiap kali kucungkil…
-

Berbagai Istilah Sebutan untuk Manusia
Ada banyak istilah yang berkaitan dengan sebutan untuk manusia sebagai mahkluk hidup di dalam bahasa Indonesia. Istilah itu ada yang tertuju untuk satu orang dan ada juga untuk kelompok. Beberapa kata penunjuk manusia yang ditujukan untuk satu orang yang sering kita dengar adalah manusia, orang, insan, sosok, dan tokoh. Beberapa kata penunjuk manusia yang ditujukan untuk…
-

Puisi-puisi Yogi Resya Pratama
Jalan Menuju Masa Depan Kalau kau merasa Dirimu tidak nyaman di atas dunia Jangan cepat simpulkan Kalau di dunia tak ada keadilan Kalau kau merasa Dirimu selalu tak dapatkan keadilan Jangan cepat membalas Tunjukan padanya kau bukan singa lapar Simpang siur menjalar Meringkis kehidupan tengah perkotaan Kucing dan tikus liar Berebut mengambil muka ibu kota…