Puisi-puisi Yogi Resya Pratama

Jalan Menuju Masa Depan

Kalau kau merasa
Dirimu tidak nyaman di atas dunia
Jangan cepat simpulkan
Kalau di dunia tak ada keadilan

Kalau kau merasa
Dirimu selalu tak dapatkan keadilan
Jangan cepat membalas
Tunjukan padanya kau bukan singa lapar

Simpang siur menjalar
Meringkis kehidupan tengah perkotaan
Kucing dan tikus liar
Berebut mengambil muka ibu kota

Jangan pernah risih, jangan juga sedih
karena dunia hanya mainan orang bodoh
Jangan lah engkau takut, janganlah engkau gentar
Karna dunia milik penjilat yang merdeka

Yakin dan percayalah
Tuhan tidak pernah tidur
Engkau kan tuai apa yang engkau tanam

Hilangkanlah sedihmu..
Mari kita tertawa
Kita rumuskan jalan menuju masa depan

Baringin, 2022

 

Malam dalam Sepi

Hampir disetiap tengah malam
Aku menghampiri diriku dalam sepi
Menelusuri jiwa yang takut bergumam
Berharap akan ada jawaban untuk pagi

Mataku hampir tak takut silam
Menelaah butiran cahaya hingga terpejam
Di sini aku hidangkan segala yang terpendam
Agar malam tak lagi tampak kelam

Saat aku mulai menikmati ceritanya
Aku menyadari semua itu tak seperti yang seharusnya
Perlahan kisah-kisah itu terhapus tinta-tinta pena
Yang semestinya tak ada bentuk rupa

Kembali aku mencoba mengingatnya
Deretan perahu-perahu kecil yang kian berkelana
Menitipkan langkah pada bilah yang tak sampai
Hingga nanti buahnya sudah bisa aku tuai

Pariaman, 2022

 

Dirimu Menepis Hujan di Pelipis Mata

Dik, kau rajut benang-benang impian yang tak bisa kau sudahi
Meski tak ada sedikit pun kau tinggalkan sulam di atas langkah kakimu
Kau ikuti sulaman jarum-jarum yang menusuk masa mudamu
Yang memaksa kau mengadakan semua keinginan

Dirimu bersahaja menepis hujan di pelipis mata
Hingga kau pasangkan badan menahankan rindangnya rinai yang basahi sisimu
Kerasnya gelombang kau belah dengan kapalmu perangmu
Sampai-sampai badai pun kau jadikan teman duduk setiamu

Dik, kini tak ada lagi pahit yang harus kutelan,
Sakit yang harus kau sembuhkan sendiri..
Tidurmu telah mengiringi langkah di hidup yang abadi
Kau tinggalkan senyum indah yang selalu kau suguhi
Pada kami, tempat kau ingin pulang

Dik, di hati kami, kau pejuang sejati

Marunggi, 2020

 

Biodata:

Yogi Resya Pratama berasal Kota Pariaman. Ia merupakan alumnus SMA Negeri 3 Pariaman yang sedang merampungkan studi di Jurusan Bimbingan dan Konseling IAIN Batusangkar. Hobi menulis dan beroganisasi.


Posted

in

by

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *